Resensi Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Home // Resensi Buku // Resensi Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Kali ini kita akan bahas tentang resensi buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat. Apakah buku ini bagus? Apa pesan di balik buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat? 

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat adalah buku self-help karangan blogger dan penulis dari Amerika bernama Mark Manson. Buku ini berisi tentang keyakinan Manson bahwa setiap perjuangan hidup dan kesulitan justru membuat hidup jadi ada artinya.

 

Siapa Pengarang Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat?

Mark Manson adalah seorang penulis dan blogger dari Amerika Serikat. Dia udah menulis empat buku, dan dua di antaranya diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

 

Apa Isi Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat?

Oke, sekarang kita akan bahas isi dari buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat. Saya akan bahas inti penting dari masing-masing bab.

Jadi buku ini punya 9 bab, dan masing-masing punya subbab sendiri. Tapi saya padetin aja.

 

Bab 1. Jangan Mencoba

Di bab 1, Mark Manson menulis bahwa kunci kehidupan yang baik adalah nggak memedulikan terlalu banyak hal. Pedulikan saja apa yang menurut kamu benar, apa yang bermanfaat langsung, dan yang menurut kamu penting.

Nggak peduli bukan berarti cuek; nggak peduli adalah merasa nyaman dengan sesuatu yang berbeda.

Untuk nggak peduli tentang kesulitan, pertama-tama kamu harus peduli tentang sesuatu yang lebih penting daripada kesulitan.

Disadari atau nggak, Kamu selalu memilih apa yang harus Kamu pedulikan.

 

Bab 2. Kebahagiaan itu Masalah

Mencari kebahagiaan adalah pekerjaan yang tak akan berhenti, seperti masalah yang nggak akan berhenti.

Mark menulis, kebahagiaan sejati terjadi ketika kamu menikmati masalah yang kamu hadapi.

Di bab ini, Mark Manson menulis dua respon seseorang saat menghadapi masalah;

Penyangkalan. Beberapa orang menyangkal masalah mereka sejak awal. Dan karena mereka menyangkal kenyataan, mereka terus-menerus menghindar dari menghadapinya.

Victim Mentality. Ada juga yang menyalahkan orang lain dan keadaan atas masalah yang dihadapi. Ini membuat mereka merasa lebih baik dalam jangka pendek, tetapi itu mengarah pada kehidupan penuh amarah, ketidakberdayaan, dan keputusasaan.

Ini adalah cara yang buruk dalam menghadapi masalah. Padahal, masalah akan terus menerus ada. Makanya kita sebaiknya mulai menerima kenyataan bahwa nggak usah sibuk mencari kebahagiaan; kebahagiaan akan datang.

Makanya, saat menentukan pilihan hidup seperti jurusan kuliah, pekerjaan, atau jodoh, yang harus dipikirkan bukanlah apa saja yang mau dinikmati, tapi kesulitan apa yang berani kamu hadapi.

 

Bab 3. Anda Nggak Istimewa

Seseorang dengan self-esteem tinggi dapat melihat kekurangannya sendiri dan bertindak memperbaikinya.

Mark menulis, seseorang menjadi luar biasa karena orang itu sadar bahwa dia belum luar biasa. Dengan mengurangi berpuas diri, kita justru mau mencoba lebih baik, dan akhirnya terus menerus memperbaiki diri.

Anyway, saya pernah bahas lo tentang self-esteem. Coba dicek ya!

 

Bab 4. Nilai Penderitaan

Kesenangan sesaat adalah bentuk kepuasan hidup yang paling sederhana. Dia paling mudah diperoleh dan paling mudah hilang.

Orang yang terlalu fokus pada kesenangan sesaat akan gampang cemas, nggak stabil secara emosional, dan depresi.

Makanya, kita perlu mengurangi obsesi kita terhadap kesenangan sesaat (sosmed, persetujuan dari orang lain, game) dan fokus pada sesuatu yang jadi tujuan hidup.

Dan itu gak akan mudah. Pasti akan butuh usaha. Tapi usaha sejatinya nggak bisa dihindari. Semakin kita berusaha menghindari kesulitan, kesulitan yang lebih besar akan datang menghantam. Makanya, hadapi aja usaha dan kesulitan yang diperlukan.

Inilah yang dimaksud dengan “perbaikan diri”: fokus pada sesuatu yang lebih baik dan memilih hal-hal yang lebih bermakna. Karena ketika kamu peduli pada sesuatu yang lebih baik, kamu akan menemukan masalah yang lebih baik. Dan ketika kamu menghadapi masalah yang lebih baik, kehidupan kamu akan lebih baik juga.

 

Bab 5. Anda Selalu Memilih

Pernah nggak kamu menghadapi kesulitan saat mengerjakan hobimu?

Misalnya kamu main game dan kamu menemukan kesulitan. Atau belajar gitar dan kamu menemukan kesulitan. Apakah kamu penasaran mencari solusinya?

Beda dengan waktu kamu menghadapi kesulitan pada sesuatu yang kamu nggak suka. Kamu jadinya makin males kan?

Ini adalah inti dari bab 5. Ketika kita menghadapi masalah yang kita pilih sendiri, kita merasa kuat menghadapinya. Ketika masalah rasanya dipaksakan di luar kemauan kita, kita merasa sengsara.

Semakin menerima tanggung jawab, semakin kita merasa kuat menghadapi masalah. Mengambil tanggung jawab atas masalah kita adalah langkah pertama untuk menyelesaikannya.

Setiap orang punya masalah yang berbeda-beda. Tetapi pada akhirnya, besar atau kecil suatu masalah nggak terlalu berarti. Yang penting adalah tanggung jawab kita dalam menghadapinya.

 

Bab 6. Anda Keliru tentang Semua Hal

Pertumbuhan adalah proses berulang tanpa akhir. Ketika kita mempelajari sesuatu yang baru, kita nggak beralih dari “salah” menjadi “benar”. Sebaliknya, kita beralih dari salah menjadi sedikit kurang salah.

Dan ketika kita mempelajari sesuatu, kita beralih dari salah banget menjadi agak salah, lalu jadi sedikit salah, dan seterusnya.

Manusia selalu berproses mendekati kesempurnaan tanpa benar-benar mencapai kebenaran atau kesempurnaan.

Makanya, daripada berjuang untuk mencari yang pasti, kita harus terus-menerus mencari keraguan. Keraguan tentang keyakinan, perasaan, atau masa depan kita. Kecuali kita keluar dan menciptakannya untuk diri kita sendiri. Alih-alih mencari cara terlihat benar, kita harus mencari apa lagi kesalahan kita hari ini. Karena kita selalu salah.

 

Bab 7. Kegagalan adalah Jalan untuk Maju

Dalam bab 7 di Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat, Mark menulis bahwa kesuksesan datang dari ribuan kegagalan kecil.

Dan besarnya kesuksesan kamu akan datang dari berapa kali kamu gagal mencoba.

Kalau ada yang lebih baik dari kamu dalam suatu hal, mungkin itu karena dia udah gagal lebih banyak daripada kamu. Dan kalau ada yang lebih buruk dari kamu dalam suatu hal, mungkin karena dia belum pernah melalui semua pengalaman belajar yang kamu lakukan.

Dalam hidup, sebagian besar kita akan mencapai titik di mana kita takut gagal, membuat kita secara naluriah menghindari kegagalan dan hanya berpegang pada yang sudah kita tahu.

Perubahan paling besar dalam hidup sering terjadi di akhir saat-saat terburuk. Soalnya, ketika kita merasakan kesulitan yang besar, barulah kita bisa melihat apa yang salah dalam diri kita dan mulai merenung kenapa kesalahan ini bisa membawa ke kesulitan terburuk.

Belajarlah untuk mempertahankan rasa sakit yang telah Kamu pilih. Ketika Kamu memilih nilai baru, Kamu memilih untuk memperkenalkan bentuk rasa sakit baru ke dalam hidup Kamu. Nikmati, Nikmati, dan Sambut dengan tangan terbuka. Kemudian bertindak.

Jika Kamu kekurangan motivasi untuk membuat perubahan penting dalam hidup Kamu, bergeraklah dan manfaatkan reaksi terhadap tindakan itu untuk mulai memotivasi diri sendiri.

 

Bab 8. Pentingnya Berkata Nggak

Satu-satunya cara untuk mencapai makna dan rasa penting dalam hidup seseorang adalah melalui penolakan, tegas dengan pilihan yang diambil, dan nggak mau mencari alternatif.

Menolak nggak selalu berarti buruk. Dengan menolak sesuatu, artinya kita punya prinsip pada suatu hal lain. Kalau kita selalu sungkan dan menerima saja perintah dari orang lain, hidup kita nggak berarti. Kita nggak punya tujuan.

Salah satu bagian dari perkembangan pribadi adalah merasa nyaman dengan penolakan. Kita nyaman menolak orang lain, dan nggak tersinggung dengan penolakan. Dengan cara ini, penolakan dari orang lain nggak merusak hubungan dan menjaga emosional kita tetap sehat.

 

Bab 9. … Dan Kemudian Anda Mati

Kematian adalah cahaya yang dengannya bayangan semua makna hidup diukur. Tanpa kematian, semuanya akan terasa nggak penting, semua pengalaman sama saja, dan semua jadi nggak berarti.

Entah itu melalui penguasaan bentuk seni, menaklukkan tanah baru, mendapatkan kekayaan besar, atau sekadar memiliki keluarga besar dan penuh kasih yang akan hidup selama beberapa generasi, semua makna dalam hidup kita dibentuk oleh keinginan bawaan untuk nggak pernah benar-benar mati.

Sejujurnya bersikap bodo amat berarti mencapai keadaan spiritual yang menerima bahwa kita nggak abadi. Dalam keadaan itu, seseorang jauh lebih kecil kemungkinannya untuk terjebak dalam berbagai bentuk hak.

Penting untuk menyadari bahwa suatu saat kita akan mati. Ini akan mengurangi kesedihan atau penilaian kita terhadap hal buruk, dan mengurangi obsesi kita pada mengejar hal-hal yang kurang bermakna.

Tapi gimana caranya menerima kenyataan bahwa kita akan mati?

Pahami dan lihat dirimu sebagai sesuatu yang lebih besar. Pilih tujuan hidup yang lebih dari sekadar kesenangan pribadi. Pilih tujuan hidup yang toleran terhadap dunia yang kacau di sekitar Kamu.

Kamu sudah hebat karena, dalam menghadapi kebingungan tak berujung dan kematian tertentu, Kamu terus memilih apa yang harus dipedulikan dan apa yang nggak. Fakta sederhana ini, pilihan sederhana untuk nilai-nilai kamu sendiri dalam hidup, sudah membuat Kamu hebat, sukses, dan dicintai. Bahkan jika Kamu nggak menyadarinya.

 

Apa Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat Bagus?

Buku ini bisa jadi awal yang bagus kalau kamu nggak tau sama sekali tentang stoisisme. Misalnya memprioritaskan lebih sedikit hal dan menolak yang nggak perlu, memilih apa yang mau diperjuangkan, menghindari dari bersikap sebagai korban, merenungi kesalahan, dan semacamnya. Gaya penulisannya ringan dan banyak kata-kata nggak baku, jadi mudah dibaca.

Cuma beberapa translatenya agak maksain sih. Tapi namanya juga penerjemah kan nggak boleh ngutak atik isi konten dong ya.

Terus saya juga nggak suka dengan poin-poin dari tulisannya yang self-centered. Balik ke selera pribadi sih ini. Tapi harusnya kalo buku itu tentang pengembangan diri, maka backingannya harus fakta, bukan pendapat pribadi.

Tapi overall pesan-pesannya bagus sih. Cuma jangan ditelan mentah-mentah aja.

Kira-kira itu yes resensi buku sebuah seni untuk bersikap bodo amat! Ini adalah sinopsis buku pertama yang saya tulis. Berikutnya saya bahas buku-buku pengembangan diri yang lain. Ditunggu ya~

Leave a Comment