Apa itu psikologi abnormal? Berikut ini penjelasannya

Home // Kepoin Psikologi // Kuliah Psikologi // Apa itu psikologi abnormal? Berikut ini penjelasannya

Kali ini, kita akan membahas psikologi abnormal. Kita juga akan ketahui bersama berbagai topik terkait psikologi abnormal, dan apa saja kelainan yang termasuk dalam abnormal.

 

Apa itu Psikologi Abnormal?

Kamu mungkin pernah denger istilah abnormal. Mungkin denger dari berita atau thread di twitter tentang orang berkelakuan abnormal.

Jadi, apa itu psikologi abnormal? Psikologi abnormal adalah cabang psikologi yang berhubungan dengan psikopatologi dan perilaku abnormal. Istilah ini mencakup berbagai gangguan, mulai dari depresi hingga gangguan obsesif-kompulsif (OCD) hingga gangguan kepribadian.

Secara umum, psikologi abnormal membahas tentang berbagai perilaku abnormal. Perilaku abnormal adalah perilaku yang dianggap menyimpang oleh masyarakat tempat perilaku itu terjadi.

Nah, kategori perilaku abnormal itu nggak selalu sama di semua tempat.

Tapi secara umum, suatu perilaku disebut abnormal kalau:

  1. Perilaku itu jarang terjadi.
  2. Perilaku itu menyimpang dari norma-norma sosia.
  3. Perilaku itu maladaptif, artinya berdampak buruk pada orang yang melakukannya atau pada kelompok sosial yang terdampak.
  4. Terakhir, abnormalitas dapat didefinisikan berdasarkan perasaan subjektif individu tentang kesengsaraan, depresi, atau kecemasan daripada perilaku apa pun yang dia tunjukkan.

Belajar psikologi abnormal biasanya lebih fokus sama pola emosi, pikiran, dan perilaku yang menandakan seseorang sehat secara mental atau nggak.

Dan, psikolog yang kerjadi di bidang ini berfokus pada tingkat kesusahan yang mungkin ditimbulkan oleh perilaku, pikiran, atau emosi orang yang mengalami abnormalitas.

Kalau ada perilaku yang menimbulkan masalah pada diri sendiri atau orang lain, maka ini akan disebut perilaku “abnormal”. Dalam kasus kayak ini, perilaku tersebut memerlukan intervensi kesehatan mental, bisa lewat psikolog atau psikiater.

 

Apa itu Perilaku Abnormal dalam Psikologi?

Ada berbagai cara untuk mendefinisikan abnormalitas, tetapi karakteristik berikut biasanya disertakan:

• Perilaku disebut abnormal bila jarang terjadi. Tapi kita juga nggak bisa bilang suatu perilaku abnormal hanya karena jarang. Artinya ciri yang satu ini nggak bisa digunakan sendiri, harus menggunakan beberapa ciri di bawah ini yes.

• Perilaku ini menyebabkan kesulitan , baik itu pada diri sendiri maupun orang lain.

• Perilaku ini mempengaruhi kemampuan seseorang untuk beraktivitas. Suatu perilaku disebut abnormal bila perilaku itu bikin seseorang jadi sulit berkegiatan layaknya orang biasa. Ini juga bisa memengaruhi hubungan, pekerjaan, sekolah, dan kehidupan rumah mereka.

• Suatu perilaku disebut abnormal kalau perilaku itu mengganggu kehidupannya. Termasuk melanggar norma-norma sosial, membuat dia sulit bekerja kayak biasa, atau bikin hubungan sosialnya jadi nggak nyaman.

Psikologi abnormal nggak hanya menangani perilaku yang dianggap jarang secara statistik. Selama perilaku ini menciptakan kesusahan buat dirinya dan orang lain, maka ini udah bisa masuk ranah psikologi abnormal.

 

4D dalam Psikologi Abnormal

Beberapa psikolog menggunakan istilah 4D untuk mendiagnosa perilaku abnormal. 4D ini adalah dysfunction, distress, deviance, dan danger.

Disfungsi

Adalah gangguan yang secara klinis bisa dibilang sangat mengganggu. Bisa mengganggu proses berpikir, mengelola emosi, dan mengganggu perilakunya sendiri. Makanya disebut disfungsi, karena bikin pemilik perilakunya nggak bisa berfungsi.

Perilaku abnormal dari segi disfungsi bisa dilihat dengan membandingkan seberapa berfungsi orang itu saat ini dengan di masa lalu.

Contoh disfungsi: seorang karyawaan yang baik tiba-tiba menunjukkan kinerja buruk. Dia mungkin punya tuntutan yang menekan, sementara cara healing yang dia lakukan nggak efektif. Setelah pekerjaan yang dia lakukan terselesaikan, kinerja orang tersebut kembali normal.

Distress

Suatu perilaku abnormal yang distress adalah ketika orang itu mengalami kondisi yang melumpuhkan dalam kegiatan sosial, pekerjaan, atau kegiatan penting lainnya.

Distress bisa rasa sakit psikologis atau fisik, atau keduanya secara bersamaan. Namun, kesusahan saja nggak cukup untuk menggambarkan perilaku sebagai abnormal.

Kok gitu ya?

Kita ambil contoh kehilangan orang yang dicintai. Ini memang menyebabkan rasa sedih bahkan pada individu yang berfungsi paling “normal”. Seorang atlet yang mengalami cedera akhir karir akan menunjukkan kesedihan juga.

Penderitaan adalah bagian dari hidup dan nggak bisa dihindari. Dan beberapa orang yang menunjukkan perilaku abnormal umumnya melakukannya sebagai suatu respon yang positif.

Deviance – Penyimpangan dari rata-rata

Penjabaran lebih dekat dari kata abnormal adalah penyimpangan dari apa yang normal, atau suatu yang rata-rata terjadi secara statistik.

Budaya kita, atau totalitas perilaku, adat istiadat, nilai, sikap, kepercayaan, seni, semua ini dilakukan secara bersama-sama. Maka, ikut melakukannya disebut dengan normal. Sebaliknya kalo kita nggak mengikuti apa yang banyak dilakukan, maka kita dianggap aneh.

Dengan demikian, seseorang dikatakan deviant ketika dia gagal mengikuti aturan masyarakat yang dinyatakan dan nggak dinyatakan, yang disebut norma sosial.

Norma sosial berubah dari waktu ke waktu karena pergeseran nilai dan harapan yang diterima. Contohnya istri yang punya gelar akademis lebih tinggi dari suami udah mulai banyak terlihat. Perempuan yang pergi merantau juga udah nggak aneh.

Cowok nangis di tempat umum mungkin dianggap aneh. Tapi kalo penyebabnya nggak biasa, misal karena dikabarin ada anggota keluarga meninggal, maka langsung dianggap wajar.

Danger – Bahaya

Meskipun bukan bagian dari konseptualisasi DSM tentang definisi perilaku abnormal, banyak klinisian menambahkan bahaya ke daftar ini. Suatu perilaku abnormal disebut bahaya ketika perilaku itu menjadi ancaman bagi keselamatan orang tersebut atau orang lain.

Penting untuk dicatat bahwa memiliki gangguan mental nggak berarti seseorang secara otomatis berbahaya.

Individu yang depresi atau cemas seringkali nggak lebih merupakan ancaman daripada seseorang yang nggak depresi, dan kayak yang ditunjukkan oleh Hiday dan Burns (2010), bahaya lebih merupakan pengecualian daripada aturan.

Namun, tenaga kesehatan mental wajib melapor ke pihak yang berwajib ketika individu dengan gangguan mental menyatakan niat untuk menyakiti orang lain atau diri mereka sendiri.

 

Apa saja yang dibahas di dalam psikologi abnormal?

Pembahasan utama di dalam psikologi abnormal adalah studi, pemahaman, diagnosis, pengobatan, dan pencegahan gangguan psikologis.

Gangguan psikologis adalah pola perilaku atau gejala psikologis yang berdampak pada berbagai bidang kehidupan. Kondisi ini menciptakan kesusahan bagi orang yang mengalami gejala.

Untuk panduan diagnosanya psikolog dan psikiater bisa pake DSM V, PPDGJ IV, atau ICD 10. Beberapa manual tadi mencantumkan gangguan kejiwaan, kode diagnostik, informasi tentang prevalensi setiap gangguan, dan kriteria diagnostik.

Beberapa kategori gangguan psikologis antara lain:

• Gangguan kecemasan: kayak gangguan kecemasan sosial, gangguan panik, dan gangguan kecemasan umum

• Gangguan mood: kayak depresi dan gangguan bipolar

• Gangguan perkembangan saraf: kayak cacat intelektual atau spektrum autisme

• Gangguan neurokognitif: termasuk delirium

• Gangguan kepribadian kayak gangguan kepribadian borderline, gangguan kepribadian avoidant, dan gangguan kepribadian obsesif-kompulsif

• Gangguan penggunaan zat kayak candu alcohol atau psikotropika kayak drugs dan semacamnya.

Di dalam kuliah nanti masing-masing gangguan punya pembahasannya sendiri.

Nanti saya tulis juga penjelasan tentang masing-masing gangguan yes.

 

Beberapa pendekatan dalam psikologi abnormal

Kita udah tau ya kalo psikologi punya banyak teori dan pendekatan. Misalnya ada humanistik, behavioristik, atau psikoanalisa.

Hal ini juga berlaku di psikologi abnormal.

Ada beberapa pendekatan berbeda yang digunakan dalam psikologi abnormal. Biasanya psikolog menggunakan elemen dari berbagai bidang supaya lebih bisa memahami gangguan yang ada.

 

 

Pendekatan Psikoanalisis

Perspektif ini berakar pada teori Sigmund Freud

Pendekatan psikoanalitik menunjukkan bahwa banyak perilaku abnormal berasal dari pikiran, keinginan, dan ingatan bawah sadar.

Meski perasaan berada di alam bawah sadar, tapi mempengaruhi tindakan sadar.

Psikolog yang menggunakan pendekatan ini percaya bahwa dengan menganalisis ingatan, perilaku, pikiran, dan bahkan mimpi mereka, orang dapat mengungkap dan menangani beberapa perasaan yang mengarah pada perilaku maladaptif dan kesusahan.

 

Pendekatan Behavioristik

Pendekatan psikologi abnormal yang ini berfokus pada perilaku yang dapat diamati.

Dalam terapi perilaku, fokusnya adalah pada penguatan perilaku positif dan bukan penguatan perilaku maladaptif.

Pendekatan perilaku hanya menargetkan perilaku itu sendiri, bukan penyebab yang mendasarinya. Ketika berhadapan dengan perilaku abnormal, terapis perilaku mungkin menggunakan strategi pengkondisian klasik dan operan untuk membantu menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan dan mengajarkan yang baru.

 

Pendekatan Medis

Pendekatan psikologi abnormal yang satu ini berfokus pada penyebab biologis penyakit mental, menekankan pemahaman penyebab gangguan, termasuk warisan genetik, kondisi fisik terkait, infeksi, dan ketidakseimbangan kimia. Perawatan medis seringkali bersifat farmakologis, meskipun pengobatan sering digunakan bersamaan dengan psikoterapi.

 

Pendekatan Kognitif

Pendekatan kognitif terhadap psikologi abnormal berfokus pada bagaimana pikiran, persepsi, dan penalaran internal berkontribusi pada gangguan psikologis. Perawatan kognitif biasanya berfokus pada membantu individu mengubah pendapat atau reaksi mereka.

Terapi kognitif juga dapat digunakan dalam hubungannya dengan metode perilaku dalam teknik terapi perilaku kognitif (CBT).

 

Apa saja buku psikologi abnormal?

Kalau yang saya pake adalah terbitan Erlangga, pengarangnya Jeffrey Nevid. Ada juga yang pakai Gerald C. Davison.

Psikologi Abnormal Nevid Jilid 1 bisa dibeli di sini.

 

Di mana mencari kumpulan jurnal psikologi abnormal?

Saya menemukan beberapa jurnal psikologi abnormal berbahasa Indonesia di Onesearch.

Ada beberapa judul yang bisa kamu lihat, di antaranya:

Dampak Psikologis Remaja Putri yang Hidup dalam Keluarga Single-Parent

Studi Perbedaan Gangguan Bicara pada Anak dengan Gangguan Retardasi Mental dan Anak dengan Autisme

Gejala dan Jenis Depresi pada Tokoh Yves dalam film Yves Sant-Laurent: Kajian Psikologi Abnormal

Analisis Gejala Depresi Tokoh Utama dalam Film Rosetta karya Jean-Pierre Dardenne dan Luc Dardenne

Untuk mencari jurnal psikologi abnormal lain, kamu bisa coba trik di sini yes!

Nah, itu tadi pembahasan singkat tentang psikologi abnormal. Nanti kalau ada waktu kita bahas lebih dalam ya. Saya kepikiran untuk memperdalam tiap kategorinya gitu.

Udah ah segitu dulu ya. Bye!

 

Referensi:

Rathus, S. A., Greene, B., Nevid, J. S. (2017). Abnormal Psychology in a Changing World. United Kingdom: Pearson Higher Education.

https://opentext.wsu.edu/abnormal-psych/chapter/module-1-what-is-abnormal-psychology/

Gall, S. B., Beins, B. (1996). The Gale Encyclopedia of Psychology. United Kingdom: Gale.

Leave a Comment