Pengertian Teori Arousal Menurut Para Ahli

Home // Uncategorized // Pengertian Teori Arousal Menurut Para Ahli

Kali ini kita akan membahas teori arousal, yaitu teori tentang gairah kita dalam melakukan aktivitas. Kita akan cara tau teori arousal itu apa, dan contoh teori arousal dalam kehidupan sehari-hari.

 

Apa itu Teori Arousal?

Jadi, apa itu teori arousal?

The Arousal Theory of Motivation, atau teori arousal adalah teori psikologi yang mengemukakan bahwa tingkat gairah seseorang berperan penting dalam menentukan tingkat motivasi.

Teori ini menyatakan bahwa individu termotivasi untuk mencari rangsangan ketika mereka memiliki tingkat gairah yang rendah, tetapi akan menjadi bosan dan tidak termotivasi ketika mereka menjadi terlalu terangsang.

Sebagian menyebut ini sebagai teori gairah, ada yang tetap menggunakan bahasa inggris. Jadi sebagian pake arousal. Saya akan pake istilah arousal aja ya.

Menurut teori arousal, orang termotivasi untuk mencari kegiatan atau situasi yang mempertahankan atau meningkatkan gairah mereka.

Gairah dapat dianggap sebagai sebuah kurva. Gairah yang rendah akan menghasilkan kebosanan, dan gairah yang tinggi menciptakan kecemasan.

Teori Motivasi Arousal pertama kali diajukan oleh Henry Murray pada tahun 1938. Teori Murray ini didasarkan pada pengamatannya tentang kebutuhan manusia akan pencapaian, kekuasaan, dan afiliasi. Dia percaya bahwa kebutuhan ini dimotivasi oleh keinginan untuk mengurangi tingkat gairah seseorang.

Teori Motivasi Arousal telah dikembangkan lebih lanjut selama bertahun-tahun oleh psikolog lain, seperti Robert Zajonc (1965) dan John Atkinson (1957).

Zajonc mengusulkan bahwa ada tingkat gairah yang optimal untuk kinerja tugas, dan bahwa individu akan mencari rangsangan ketika mereka berada di bawah tingkat optimal ini.

Atkinson menyarankan bahwa orang memiliki “ambang gairah” yang berbeda – yang berarti bahwa beberapa orang memerlukan lebih banyak stimulasi daripada yang lain untuk melakukan yang terbaik.

Menurut Teori Arousal, dua faktor utama mempengaruhi tingkat gairah seseorang: tantangan dan ancaman. Ketika orang menghadapi tantangan atau ancaman di lingkungan mereka, hal itu menyebabkan mereka mengalami tingkat gairah yang tinggi. Pada gilirannya, tingkat gairah yang lebih tinggi ini dapat memotivasi orang untuk mengambil tindakan atau meningkatkan upaya mereka untuk mencapai tujuan atau sasaran.

Ada dua cabang utama dari teori gairah: teori drive reduction Clark Hull dan teori gairah optimal.

 

Teori Drive reduction

Menurut teori drive reduction Clark Hull, perilaku berasal dari kebutuhan fisiologis akan makanan, air, dan udara.

Menurut Hull, manusia mengejar kondisi seimbang yang disebut homeostasis. Tidak lebih, tidak kurang.

Ketika kebutuhan terpenuhi dalam homeostasis, gairah akan berkurang. Namun, ketika kebutuhan tidak terpenuhi, mereka menimbulkan keadaan terdorong (drive).

Hewan termotivasi untuk mengurangi dorongan ini. Perilaku seperti makan, minum, dan bernapas akan memenuhi kebutuhan, sehingga memulihkan homeostasis.

Menurut teori drive reduction, orang sering terlibat dalam perilaku berbahaya – seperti mencari sensasi atau penggunaan narkoba – untuk mencapai tingkat gairah yang diinginkan. Inti dari teori drive reduction adalah pencarian motivasi, yang merupakan kecenderungan suatu individu untuk mengulangi perilaku bisa menurunkan dorongan yang dirasakan (Hull, 1952).

Teori Drive Reduction tidak menjelaskan semua bentuk motivasi. Teori ini tidak menjelaskan mengapa orang terlibat dalam aktivitas yang tidak mengurangi dorongan, seperti eksplorasi dan bermain.

Selain itu, teori tersebut tidak menjelaskan bagaimana orang dapat termotivasi untuk mencapai tujuan yang mungkin mustahil, seperti memenangkan lotre atau menjadi atlet Olimpiade.

Kritik kedua dari teori drive reduction adalah bahwa teori itu mengabaikan persyaratan dan motivasi khusus manusia dan terutama bergantung pada penelitian hewan. Studi ini telah menangkap fenomena yang dikenal sebagai induksi drive.

Induksi dorongan adalah pengamatan bahwa motivasi hewan untuk mengurangi drive sebenarnya dapat meningkat ketika ditempatkan di lingkungan di mana ia dapat mengonsumsi penguat perilaku.

Misalnya, seekor tikus ditempatkan dalam labirin di mana satu-satunya sumber makanan ada di sisi lain. Dalam hal ini, tikus mungkin mengalami peningkatan motivasi untuk bergerak jika ia bisa makan makanan dengan bebas di lain waktu (Mills, 1978).

 

Teori Gairah Optimal / Optimal Arousal Theory

Teori gairah optimal menyatakan bahwa tingkat kecemasan atau stres yang ideal mengarah pada kinerja puncak.

Level ini berbeda untuk setiap orang dan dapat berubah tergantung pada tugasnya. Terlalu banyak atau terlalu sedikit gairah akan menyebabkan kinerja suboptimal.

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Yerkes dan Dodson pada tahun 1908. Mereka menemukan korelasi terbalik antara kesulitan tugas dan kinerja.

Dalam teori mereka, disebut bahwa kinerja seseorang akan menurun setelah ketika kesulitan tugas meningkat. Tugas-tugas yang terlalu simpel tidak memberikan gairah yang cukup, sehingga menciptakan kebosanan. Secara bersamaan, pekerjaan yang terlalu sulit memberikan terlalu banyak gairah.

Makanya, tingkat gairah yang terbaik ada di tengah. Secara umum, gairah yang tinggi dapat meningkatkan kinerja pada tugas-tugas yang mudah dan mengganggu kinerja pada tugas-tugas yang sulit.

Zuckerman (1984) menulis tentang pencarian sensasi dalam konteks teori gairah optimal. Dia menganggap itu sebagai ciri perbedaan individu. Tiap orang punya kebutuhan stimulasi yang berbeda.

Dengan kata lain, orang yang mencari sensasi memiliki ambang gairah yang lebih tinggi – mereka membutuhkan lebih banyak stimulasi daripada orang lain untuk merasa tertarik pada suatu pekerjaan.

Teori ini didukung oleh banyak bukti penelitian, termasuk studi tentang hewan dan manusia. Misalnya, studi Zuckerman menunjukkan bahwa gen tertentu mungkin terkait dengan perilaku mencari sensasi.

Selain itu, penelitian telah menemukan bahwa individu yang mendapat skor tinggi pada tes motivasi gairah cenderung lebih memilih aktivitas intensitas tinggi seperti olahraga ekstrim atau obat-obatan seperti kokain (Zuckerman, 1984).

 

Contoh Teori Motivasi Arousal dalam Kehidupan Sehari-hari

Teori Arousal Bisa Menjelaskan Cara Kita Bergaul

Teori tingkat gairah yang optimal bisa menjelaskan kenapa sebagian orang mencari kegiatan seperti pergi ke klub atau datang ke party.

Menurut teori ini, orang termotivasi untuk mencari situasi yang memberikan jumlah stimulasi yang tepat – tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit (Gross, 1998).

Pergi ke klub mungkin memberikan tingkat kegembiraan yang ideal bagi orang-orang tertentu. Musik jedag jedug, lampu yang terang, dan interaksi sosial yang beragam mungkin adalah hal yang mereka anggap seru dan menggairahkan.

Di sisi lain, bagi orang lain, suasana yang sama mungkin terlalu membangkitkan gairah dan menyebabkan rasa cemas. Bisa jadi, kegiatan yang lebih pas untuk orang-orang ini adalah yang lebih santai seperti membaca atau berjalan-jalan.

Teori arousal juga bisa menjelaskan respon kita terhadap rasa lapar

Teori arousal juga bisa menjelaskan rasa lapar dalam diri kita. Menurut teori arousal, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap motivasi makan adalah sensasi rasa lapar itu sendiri.

Bagi sebagian orang, rasa lapar dapat meningkatkan gairah dan memotivasi mereka untuk mencari makan. Ini mungkin karena rasa lapar menyebabkan pelepasan hormon tertentu, termasuk adrenalin dan kortisol, yang meningkatkan tingkat energi dan kewaspadaan.

Tapi ada juga orang lain yang jadi lesu dan marah ketika lapar. Perbedaan individu dalam kepekaan perubahan hormonal juga mempengaruhi respon kita terhadap rasa lapar.

Selain itu, beberapa individu mungkin memiliki ambang gairah yang lebih rendah, yang berarti mereka lebih cepat terpengaruh oleh rasa lapar dan membutuhkan lebih sedikit rangsangan untuk merasa termotivasi.

Nah, kira-kira itu yes penjelasan mengenai pengertian teori gairah menurut para ahli. Semoga membantu!

 

Referensi Teori Arousal pdf

Nickerson, C. (2022, June 14). How Arousal Theory of Motivation Works. Simply Psychology. www.simplypsychology.org/arousal-theory-of-motivation.html

Atkinson, J. W. (1957). Motivational determinants of risk-taking behavior. Psychological review, 64(6p1), 359.

American Psychological Association. (n.D.). The Arousal Theory of Motivation. The American Psychological Association Dictionary.

Gross, J. J. (1998). Sharpening the focus: Emotion regulation, arousal, and social competence. Psychological Inquiry, 9(4), 287-290.

Hull, C. L. (1952). Clark L. Hull.

Mills, J. A. (1978). Hull’s theory of learning: II. A criticism of the theory and its relationship to the history of psychological thought.

Murray, H. A. (1938). Explorations in personality: A clinical and experimental study of fifty men of college age.

​​Yerkes, R. M., & Dodson, J. D. (1908). The relation of strength of stimulus to rapidity of habit-formation.

Zajonc, R. B. (1965). Social Facilitation: A solution is suggested for an old unresolved social psychological problem. Science, 149(3681), 269-274.

Zuckerman, M. (1984). Sensation seeking: A comparative approach to a human trait. Behavioral and brain sciences, 7(3), 413-434.

Leave a Comment