Pengertian Altruisme Menurut Para Ahli

Home // Istilah Psikologi // Pengertian Altruisme Menurut Para Ahli

Kali ini kita akan membahas berbagai pengertian altruisme di dalam psikologi dan sosiologi.

 

Pengertian Altruisme di Dalam Psikologi dan Sosiologi

Altruisme adalah kepedulian tanpa pamrih untuk menyejahterakan orang lain.

Kata altruisme sendiri berasal dari bahasa Latin alteri huic yang berarti untuk yang lain”. Secara harfiah, altruis berarti menyatakan kepedulian terhadap orang lain sebagai prinsip dalam bertindak.

Menurut Fung (1988) pengertian altruisme adalah kepedulian tanpa imbalan, didasari keyakinan bahwa orang lain akan mendapat manfaat atau menghindari bahaya dari kepedulian tersebut.

Blechman (2002) menggambarkan altruisme sebagai “perilaku tidak mementingkan diri sendiri untuk kebaikan orang lain meskipun merugikan diri sendiri”.

Batson (1991) mendefinisikan altruisme sebagai “motivasi dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan orang lain”

Bykov (2017) mendefinisikan altruisme sebagai “norma moral yang menyiratkan harapan sosial tertentu untuk membantu orang lain dalam konteks sosial yang berbeda”.

Perilaku berkorban dalam altruisme sedikit berbeda dibandingkan berkorban karena kewajiban tugas. Altruisme berfokus membantu orang lain tanpa imbalan. Sedangkan, tanggung jawab berfokus pada kewajiban moral terhadap individu tertentu (misalnya, Tuhan, raja), organisasi tertentu (misalnya, pemerintah), atau sesuatu yang abstrak (seperti sikap nasionalisme, dll).

Beberapa individu mungkin merasakan altruisme dalam kewajiban tugas, sementara yang lain mungkin tidak. Altruisme murni adalah memberi tanpa memperhatikan imbalan atau pengakuan.

Konsep ini memiliki sejarah panjang dalam pemikiran filosofis dan etis. Baru-baru ini menjadi topik untuk psikolog, sosiolog, ahli biologi evolusi, dan etolog. Sementara gagasan tentang altruisme dari satu bidang dapat berdampak pada bidang lain, metode dan fokus yang berbeda dari bidang ini mengarah pada perspektif yang berbeda tentang altruisme.

 

Altruisme dalam psikologi dan sosiologi

Bagaimana bila seseorang berbuat baik dengan tujuan merasa senang/puas karena sudah berbuat baik?

Ketika seseorang melakukan tindakan yang bermanfaat bagi orang lain tapi masih ada niat mendapatkan keuntungan pribadi, ini bukan altruistik.

Sebagian perspektif berbeda tentang pendefinisian imbalan. Ada yang menyebut imbalan harus berupa keuntungan materi. Sebaliknya, ada juga yang mengidentifikasi imbalan non material (kepuasan, kebahagiaan, pahala,) sebagai imbalan juga.

Dalam egoisme psikologis, seseorang bisa menunjukkan perilaku altruistik. Tapi belum tentu tindakan itu punya motivasi altruistik.

 

Apa bedanya perilaku prososial dengan altruisme?

Psikologi sosial membagi perilaku prososial ke dalam dua jenis motivasi; yaitu motivasi altruistik dan egoistik. Perilaku altruistik biasanya dianggap sebagai jenis perilaku prososial yang dimotivasi oleh keinginan tulus untuk memberi manfaat bagi orang lain, tanpa mengharapkan manfaat bagi diri sendiri (Feigin et al. 2014; Eisenberg dan Miller 1987).

Memang masih ada perdebatan mengenai apakah perilaku altruistik murni benar-benar ada (Feigin et al. 2014). Tapi tidak bisa dibohongi bahwa perilaku prososial cenderung juga didorong oleh motivasi egoistik (non-altruistik), sekalipun itu untuk konsep immaterial dan tidak diketahui siapapun. Contohnya, termotivasi oleh pahala surga.

Altruisme dan prososial memang punya kemiripan definisi. Bahkan perdebatan dan kebingungan mengenai definisi altruisme dan prososial masih sering terjadi (Pfattheicher, 2022).

Untuk itu, dalam pendapatnya, Pfattheicher dkk (2022) menyarankan tiga hal dalam pendefinisian altruisme dan prososial; (i) pilih salah satu dari kedua istilah, (ii) gunakan operasionalisasi yang sesuai dengan definisinya, (iii) pahami bahwa prososial punya bentuk perilaku yang beragam.

Kita akan bahas perbedaan perilaku prososial dengan altruistik di artikel lain deh.

 

Referensi Terkait Pengertian Altruisme

Batson, C.D. (1991). The altruism question. Hillsdale, NJ: Erlbaum.

Blechman, E.A. (2002). Altruism, dalam N. J. Salkind (ed.), Child Development, New York.

Comte, August, Catechisme positiviste (1852) or Catechism of Positivism, tr. R. Congreve, (London: Kegan Paul, 1891)

Macauley,J. and Berkowitz,L.(1970)(eds) Altruism and Helping Behaviour, New York: Academic Press.

Oliner, Samuel P. and Pearl M. Towards a Caring Society: Ideas into Action. West Port, CT: Praeger, 1995.

Batson. C. D. (1991) .Evidence for altruism: toward a pluralism of prosocial motives. Psychological Inquiry, 2, 107-22.

Batson. C. D. (1998).Altruism and prosocial behavior, dalam D. T Gilbert, S. T. Fiske dan

C.Lindzey (eds) Handbook of Social Psychology, Vol. 2. 4th edn. Boston, NIA: McGraw-Hill.

Batson, C. D., Ahmad, N., Yin, J. et al. (1999) Two threats to the common good: Self-interested egoism and empathy and empathy-induced altruism, Personality & Social Psychology Bulletin, 25(1), 3-16.

A. Bykov, Altruism: New perspectives of research on a classical theme in sociology of morality, Curr. Sociol. 65 (2017) 797–813. https://doi.org/10.1177/0011392116657861.

Cialdini, Robert B. (1991) Altruism or Egoism? That Is (Still) the Question, Psychological Inquiry, 2(2). 124-6.

Bernstein. I.S. Crandall. C. and Kitayama, S. (1994) Some neo-Darwinian decision rules for altruism: Weighing cues for inclusive fitness as a function of the biological importance of the decision. Journal of Personality and Social Psychology, 67. 77 3-89.

Fehr, E. & Fischbacher, U. (23 October 2003). The nature of human altruism. Dalam Nature, 425, 785 – 791.

Krebs, D. L. (1991) Altruism and Egoism: A False Dichotomy?, Psychological Inquiry, 2(2). 1 17-9.

Kriegman, D. (1990) Compassion and altruism in psychoanalytic theory: An evolutionary analysis of self psychology. journal of the American Academy of Psychoanalysis. 78, 342-67.

McAndrew, F. T. (2002) New evolutionary perspectives on altruism: multilevel-selection and costly-signaling theories, Current Directions in Psychological Science. I 1(2), 79- 82.

Proudhon, Pierre-Joseph, The Philosophy of Poverty (1847)

Shapiro, Y. and Gabbard, G. 0. (1994) A reconsideration of altruism from an evolutionary and psychodynamic perspective. Ethics and Behavior, 4(1), 23-42.

Simon, H. A. (1990) A mechanism for social selection and successful altruism, Science, 250, 1665-8.

Trivers, R. L. (1971) The evolution of reciprocal altruism, Quarterly Review of Biology. 46. 35-57.

Madsen, E.A., Tunney, R., Fieldman, G., Plotkin, H.C., Dunbar, R.I.M., Richardson, J.M., & McFarland, D. (2006) Kinship and altruism: A cross-cultural experimental study. British Journal of Psychology [1]

Wedekind, C. and Milinski, M. Human Cooperation in the simultaneous and the alternating Prisoner’s Dilemma: Pavlov versus Generous Tit-for-tat. Evolution, Vol. 93, pp. 2686-2689, April 1996.

Zahn-Waxler, C. and Radke-Yarrow, M. (1982) The development of altruism: alternative research strategies. In: N. Eisenberg (ed.) The Development of Prosocial Behaviour, New York: Academic Press.

Packer, C. (1977) Reciprocal altruism in Papio anubi.s, Nature 265: 441-3.

Pfattheicher S., Nielsen A., Thielmann I. Prosocial behavior and altruism: A review of concepts and definitions. Current Opinion in Psychology, Volume 44, 2022, https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2021.08.021

Silk, J.B. (2003). Cooperation without counting: the puzzle of friendship. Dalam P. Hammerstein(Ed.), The Genetic and Cultural Evolution of Cooperation, Dahlem Workshop Report 90. Cambridge, MA, The MIT Press, pp. 37-54. Full text pdf

Leave a Comment