Pengertian Akulturasi Menurut Para Ahli

Home // Istilah Psikologi // Pengertian Akulturasi Menurut Para Ahli

Kali ini kita akan membahas mengenai pengertian akulturasi menurut para ahli. Apa itu empat gaya akulturasi, dampaknya, dan referensi akulturasi.

 

Pengertian Akulturasi Menurut Para Ahli

Pengertian Akulturasi menurut psikologi adalah proses menyerap dan meleburkan budaya lain ke dalam budaya yang dimiliki. Akulturasi adalah proses belajar tentang dan beradaptasi dengan budaya baru.

Akulturasi terjadi ketika seseorang berpindah ke budaya baru, lalu mengembangkan hubungan dengan budaya baru tersebut sambil mempertahankan budaya asli mereka (Berry & Sam, 1997).

Akulturasi secara klasik didefinisikan sebagai perubahan yang berkembang ketika kelompok individu bersentuhan dengan budaya yang berbeda (Redfield, Linton, & Herskovits, 1936).

Proses ini awalnya dikonseptualisasikan sebagai unidimensional. Artinya, seseorang kalau mempertahankan budaya asli maka akan membuang budaya yang lama; dan sebaliknya (Schwartz, Unger, Zamboanga, & Szapocznik, 2010). Menurut model unidimensional ini, para migran diharapkan memahami nilai, praktik, dan kepercayaan di tempat baru dan membuang budaya lama.

Pada era modern, akulturasi lebih kompleks dan multidimensi. Artinya, kedua budaya bisa saling bergabung dan dipengaruhi oleh beberapa faktor kontekstual (Berry & Sam, 1997; Sam & Berry, 2006).

Seseorang yang berpindah ke lokasi dengan budaya yang berbeda sama sekali mungkin akan memerlukan penyesuaian dalam semua atau beberapa aspek kehidupan kesehariannya, termasuk dalam cara berbahasa, bekerja, berbelanja, bersekolah, berekreasi, dan berkehidupan sosial.

Proses mempelajari dan menyesuaikan kultur ini disebut sebagai akulturasi.

Perpindahan ke masyarakat yang budayanya cukup mirip, misalnya hanya berbeda kota, mungkin membutuhkan lebih sedikit akulturasi dibanding pindah ke masyarakat yang norma-norma budayanya berbeda sama sekali, seperti pindah ke negara baru.

Sebagai contoh, pindah ke masyarakat di mana peran perempuan hanyalah tinggal di rumah akan menyebabkan perasaan terisolasi dan kebingungan bagi wanita yang terbiasa bekerja dan beraktivitas secara mandiri.

 

Baca juga arti dari berbagai istilah psikologi di sini!

 

Empat Gaya Akulturasi

Menurut Berry dan Sam (1997), akulturasi melibatkan empat strategi: asimilasi, separasi, integrasi, dan marginalisasi.

Asimilasi terjadi ketika individu tidak ingin mempertahankan budaya warisan mereka, dan berusaha untuk membaur penuh dengan masyarakat baru;

Separasi terjadi ketika orang-orang baru berusaha mempertahankan budaya asli menghindari interaksi dengan budaya yang dominan. Misalnya, suku Baduy yang banyak berdiam di Lebak masih mempertahankan budaya mereka sambil sedapat mungkin menghindari interaksi dengan budaya modern.

Integrasi ada ketika individu ingin mempertahankan budaya warisan mereka sambil berusaha untuk terlibat penuh dalam kehidupan masyarakat yang lebih besar.

Terakhir, marginalisasi, adalah memilih untuk tidak memelihara kedua budaya yang dimiliki; dalam arti, membuang budaya warisan dan budaya baru.

Studi menunjukkan bahwa seseorang bisa menggunakan lebih dari satu strategi akulturasi di kehidupan pribadi dan publik mereka (Arends-Tóth, & van de Vijver, 2004). Misalnya, seorang individu dapat menolak nilai dan norma budaya baru dalam kehidupan pribadinya (separasi) tetapi ia mungkin beradaptasi dengan budaya tuan rumah di bagian publik dari hidupnya (yaitu, integrasi atau asimilasi).

Misalnya, ada keluarga pendatang yang masih berbicara dengan bahasa asli apabila mereka di dalam rumah, namun menggunakan bahasa baru apabila bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Selain itu, sikap terhadap akulturasi dan berbagai strategi akulturasi yang tersedia belum konsisten dari waktu ke waktu.

Beberapa penelitian akulturasi menunjukkan bahwa strategi akulturasi terintegrasi memiliki hasil psikologis yang paling menguntungkan (Nguyen, et al., 2007; Okazaki, et al., 2009) untuk individu yang menyesuaikan diri dengan budaya baru. Sementara, marginalisasi memiliki hasil yang paling tidak menguntungkan (Berry, et al. al., 2006).

Dalam sebuah penelitian oleh Hang, Berry, dan Zheng (2016), ditemukan bahwa strategi integrasi dapat meningkatkan resiliensi pada penyintas bencana alam. Sementara marjinalisasi adalah yang paling tidak efektif.

Marginalisasi juga digambarkan sebagai strategi akulturasi dan koping yang maladaptif (Knust et al., 2013).

Meski demikian, ada peneliti yang berpendapat bahwa keempat strategi tidak selalu bisa memprediksi well-being atau hasil tertentu. Ini karena seseorang tidak berpegang erat pada satu strategi, tapi bisa berpindah-pindah tergantung situasi (Kunst et al., 2013; Schwartz et al., 2010).

Situasi ini misalnya, bepergian dengan keluarga, atau keakraban dengan bahasa. Faktor lingkungan juga mempengaruhi ketersediaan, keuntungan, dan pemilihan strategi akulturasi yang berbeda (Zhou, 1997).

 

Apa Faktor yang Mempengaruhi Akulturasi?

Kita sudah membahas banyak tentang pengertian akulturasi. Tapi apa saja faktor yang mempengaruhi akulturasi?

Akulturasi dapat dipengaruhi oleh beberapa variabel, seperti usia, jenis kelamin, ras, etnis, dan status sosial ekonomi, yang pada gilirannya mempengaruhi perilaku dan nilai seseorang (Maxwell, 2006).

Variabel-variabel tersebut semuanya berperan dalam proses akulturasi. Namun, tidak ada skala tunggal yang mampu mempelajari semua faktor ini secara ekstensif.

Proses akulturasi umumnya dianggap berperan dalam pengaruh terhadap perilaku kesehatan. Misalnya, akulturasi telah meningkatkan perilaku merokok di kalangan wanita Latin dan penurunan merokok di kalangan pria Latin (Perez-Stable et al., 2001).

Karena hubungan yang kompleks antara variabel-variabel ini, akulturasi telah terbukti memiliki efek positif dan merugikan pada kesehatan dan kesejahteraan individu.

 

Apa Perbedaan Akulturasi Dengan Asimilasi?

Akulturasi memiliki perbedaan yang tipis dengan asimilasi : asimilasi adalah terserapnya seseorang ke dalam budaya baru. Akulturasi, di sisi lain, adalah upaya untuk mempelajari dan mengenali budaya baru ini.

Orang-orang dapat berasimilasi tanpa akulturasi. Orang Badui dapat saja memasuki kehidupan di perkotaan, namun dengan pakaian mereka sendiri. Seseorang dari Arab Saudi dapat saja tinggal di Indonesia dengan tetap mengenakan gamis putih dan sorban mereka, namun memakan makanan dan berbicara dengan bahasa Indonesia.

 

Apa Perbedaan Akulturasi Dengan Adaptasi?

Adaptasi adalah proses perubahan dalam menanggapi lingkungan baru. Adaptasi sendiri merupakan salah satu komponen akulturasi. Jadi, adaptasi adalah proses yang terjadi di dalam akulturasi.

 

Jurnal Tentang Pengertian Akulturasi Menurut Psikologi

Berikut ini beberapa referensi mengenai pengertian akulturasi budaya, serta penelitian terkait akulturasi.

 

Abraı´do-Lanza, A. F., Armbrister, A. N., Flo´rez, K. R., & Aguirre, A. N. (2006). Toward a theory-driven
model of acculturation in public health research. American Journal of Public Health, 96,
1342–1346.

Berry, J. W. (2003). Conceptual approaches to acculturation. In K. M. Chun, P. B. Organista, & G.
Marin (Eds.), Advances in theory, measurement and applied research (pp. 17–38).
Washington, DC: American Psychology Association.

Berry, J. W., Poortinga, Y. H., Segall, M. H., & Dasen, P. R. (1992). Cross-cultural psychology: Research
and applications. Cambridge: Cambridge University Press.

Berry, J. W., & Sam, D. L. (1997). Acculturation and adaptation. In J. W. Berry, M. H. Segall, & C.
Kagitcibasi (Eds.), Handbook of cross-cultural psychology (2nd ed., Vol. 3, pp. 291–326).
Boston: Allyn and Bacon.

Graves, T. (1967). Psychological acculturation in a triethnic community. South-Western Journal of
Anthropology, 23, 337–350.

Jasso, G., Massey, D. S., Rosenzweig, M. R., & Smith, J. P. (2004). Immigrant health – selectivity and
acculturation. In N. B. Anderson, R. A. Bulatao, & B. Cohen (Eds.), Critical perspectives on
racial and ethnic differences in health in late life (pp. 227–266).

Washington, DC: The National Academies Press. Landrine, H., & Klonoff, E. A. (2004). Culture change
and ethnic-minority health behavior: An operant theory of acculturation. Journal of
Behavioral Medicine, 27, 527–555.

Perez-Stable, E. J., Ramirez, A., Villareal, R., Talavera, G. A., Trapido, E., Suarez, L., et al. (2001).
Cigarette smoking behavior among U.S. Latino men and women from different countries of
origin. American Journal of Public Health, 91(9), 1424–1430.

Redfield, R., Linton, R., & Herskovits, M. (1936). Memorandum on the study of acculturation.
American Anthropologist, 38, 149–152.

Sam, D. L. (1994). Acculturation of young immigrants in Norway. A psychological and socio-cultural
adaptation. Bergen: University of Bergen.

Sam, D., & Berry, J. W. (2006). Acculturation: Conceptual background. In D. Sam & J. W. Berry (Eds.),
The Cambridge handbook of acculturation psychology (pp. 17–18). Cambridge: Cambridge
University Press.

Schwartz, S. J., Unger, J. B., Zamboanga, B. L., & Szapocznik, J. (2010). Rethinking the concept of
acculturation: Implications for theory and research. American Psychologist, 65, 237–251.

Thomson, M. D., & Hoffman-Goetz, L. (2009). Defining and measuring acculturation: A systematic
review of public health studies with Hispanic populations in the United States. Social Science
& Medicine, 69, 983–991.

Ward, C., Bochner, S., & Furnham, A. (2001). The psychology of culture shock. London: Routledge.

Berry JW, Phinney JS, Sam DL, et al. Immigrant youth: Acculturation, identity, and adaptation. App
Psychol Int Rev 2006;55(3):303-32.

Han, L., Berry, J. W., & Zheng, Y. (2016). The Relationship of Acculturation Strategies to Resilience:
The Moderating Impact of Social Support among Qiang Ethnicity following the 2008 Chinese
Earthquake. PloS one, 11(10), e0164484.
https://doi.org/10.1371/journal.pone.0164484

Zhou, M. (1997). Segmented Assimilation: Issues, Controversies, and Recent Research on the New
Second Generation. International Migration Review. 31(4), 975–1008. doi:10.2307/2547421.
JSTOR 2547421

Okazaki, R. E. J., & Sumie, S. A. (2009). Bicultural self-efficacy among college students: Initial scale
development and mental health correlates. Journal of Counseling Psychology, 56(2), 211–
226. doi:10.1037/a0015419.

Nguyen, A. D, Benet-Martínez, V. (2007). Biculturalism Unpacked: Components, Measurement,
Individual Differences, and Outcomes. Social and Personality Psychology Compass, 1(1), 101–
114. 
doi:10.1111/j.1751-9004.2007.00029.x.

Arends-Tóth, J. &  van de Vijver, F. J. R. (2004). Domains and dimensions in acculturation: Implicit
theories of Turkish–Dutch.  International Journal of Intercultural Relations. 28(1), 19–
35. 
doi:10.1016/j.ijintrel.2003.09.001.

 

Leave a Comment