Penerapan Hierarki Kebutuhan Maslow Dalam Manajemen Perusahaan

Home // Kepoin Psikologi // Fenomena Psikologi // Penerapan Hierarki Kebutuhan Maslow Dalam Manajemen Perusahaan

Setelah sebelumnya kita udah membahas tentang hierarki kebutuhan Maslow, sekarang kita lihat Penerapan Hierarki Kebutuhan Maslow Dalam Manajemen Perusahaan.

Setiap perusahaan ingin karyawannya berpikir besar, bekerja keras, loyal, dan melakukan segalanya untuk perusahaan. Jadi apa yang karyawan butuhkan untuk mengeluarkan potensi terbaiknya?

Nah, perusahaan bisa menggunakan teori kebutuhan Maslow.

Penerapan Hierarki Kebutuhan Maslow Dalam Manajemen Perusahaan

Maslow mengembangkan teori psikologi motivasi manusia. Maslow berpendapat bahwa kebutuhan dasar harus dipenuhi sebelum kemudian masuk ke kebutuhan di tingkat tinggi.

Hierarki kebutuhan Maslow dimulai dengan kebutuhan fisiologis dasar, keamanan, dan rasa memiliki, kemudian berkembang menjadi self esteem dan aktualisasi diri.

Sebelum individu dapat mencapai potensi penuh mereka, kebutuhan fisiologis, keamanan, dan sosial mereka harus ditangani.

Prinsip-prinsip yang sama berlaku untuk perusahaan. Agar karyawan dapat tumbuh dan mencapai potensi maksimalnya, kebutuhan dasar mereka harus diprioritaskan.

Kita dapat menerapkan Hirarki Kebutuhan Maslow untuk menunjukkan bagaimana karyawan dapat didukung untuk mencapai tingkat aktualisasi diri tertinggi. Hal ini dapat memungkinkan perusahaan untuk mencapai keunggulan dan kesuksesan finansial.

 

Penerapan Hierarki Kebutuhan Maslow Dalam Manajemen Perusahaan

 

Pemenuhan Kebutuhan Fisiologis dalam Manajemen Perusahaan

Kebutuhan yang pertama adalah fisiologis. Untuk penerapan fisiologis dalam manajemen perusahaan, perusahaan harus menerapkan lingkungan kerja yang aman, pencahayaan yang tepat, fasilitas kebersihan, aliran udara. Dan, peralatan yang tepat guna dan berkualitas baik.

Contoh: Google memiliki sepeda dan mobil listrik untuk membawa staf ke rapat, pusat permainan, taman organik, dan perabotan ramah lingkungan. Perusahaan ingin membuat hidup karyawannya lebih nyaman. Mereka terus mencari cara untuk meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan moral karyawan Google.

 

Pemenuhan Kebutuhan Keselamatan dalam Manajemen Perusahaan

Setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, maka selanjutnya adalah perusahaan perlu memenuhi kebutuhan keselamatan karayawannya.

Contoh pemenuhan kebutuhan keselamatan dalam manajemen perusahaan adalah memperlakukan rekan kerja dengan hormat. Beri mereka kebebasan untuk mengambil risiko dan tidak dikritik atau dihina dengan keras.

 

Pemenuhan Kebutuhan Sense of Belonging dalam Manajemen Perusahaan

Kebutuhan ketiga adalah sense of belonging. Artinya kurang lebih adalah kebutuhan untuk dianggap ada, didengar, dan pendapatnya dihargai.

Contoh pemenuhan kebutuhan sense of belonging dalam manajemen perusahaan adalah dengan membiarkan semua orang didengar. Ciptakan rasa kebersamaan yang kuat antar rekan kerja. Rekan kerja adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri.

Perusahaan perlu memberikan ruang bagi karyawan untuk mengemukakan pendapat dan membiarkan pendapatnya didengar. Dalam sesi brainstorming, semua karyawan perlu diberi waktu untuk bicara. Selain itu, kuatkan juga rasa kebersamaan antar karyawan dengan acara di luar kantor seperti gathering.

 

Pemenuhan Kebutuhan Self-Esteem dalam Manajemen Perusahaan

Kebutuhan keempat adalah self-esteem. Setiap karyawan membutuhkan penghargaan dan apresiasi baik dari perusahaan maupun dari rekan kerja.

Untuk penerapan hierarki Maslow yang satu ini, perusahaan perlu memberikan pujian atau apresiasi di depan karyawan lain. Bisa juga dengan menciptakan program apresiasi karyawan.

Perusahaan perlu memahami bahwa pekerjaan setiap orang berkontribusi pada kesuksesan akhir perusahaan. Makanya, setiap orang perlu dihargai dan dianggap penting, terlepas dari level pekerjaannya.

 

Pemenuhan Kebutuhan Aktualisasi Diri dalam Manajemen Perusahaan

Kebutuhan terakhir dan tertinggi adalah aktualisasi diri. Ini adalah level di mana karyawan telah mendapatkan semuanya, sehingga dia mencapai tahapan di mana pekerjaannya adalah passion, dan bukan sekadar memenuhi kebutuhan hidup.

Ini memungkinkan karyawan untuk berpikir besar, menjadi kreatif, memiliki visi untuk masa depan, menemukan kembali, dan memberikan masukan langsung kepada pimpinan senior.

Google menawarkan kepada karyawannya salah satu lingkungan kerja paling inovatif. Perusahaan sangat peduli dengan inovasi sehingga telah menetapkan sembilan prinsip penciptaan. Salah satu prinsip mereka mendorong karyawan Google untuk menghabiskan 20% waktu mereka mengejar ide-ide inovatif yang mereka sukai. Hal ini menghasilkan produk dan aplikasi seperti Google News, Google Alerts, dan Maps Street View.

Nah! Itu tadi Penerapan Hierarki Kebutuhan Maslow Dalam Manajemen Perusahaan.

Teori kebutuhan Maslow telah mengingatkan para pemimpin dan perusahaan bahwa mereka akan mendapatkan yang terbaik bila mereka melihat dunia dengan pola pikir ke luar.

Para stakeholder harus menunjukkan empati, perhatian, dan kasih sayang yang otentik. Itu dilakukan sambil menetapkan, dan mencontohkan standar dan harapan yang terukur.

Upaya untuk memahami kebutuhan fisiologis, keamanan, rasa memiliki, dan apresiasi dari para stakeholder tersebut sangat penting untuk menciptakan lingkungan kondusif dan mengejar makna tertinggi dalam pekerjaannya.

Ketika karyawan merasa dipentingkan oleh perusahaan, akan muncul dedikasi sejati yang dibutuhkan semua pemimpin untuk memaksimalkan kinerja perusahaan mereka.

Manajemen perusahaan perlu selalu mendukung keinginan untuk kerja sama tim tanpa melupakan peran mereka dalam membangun tim yang mendorong kinerja dan hasil. Mereka harus mengenali dan merespons secara proaktif terhadap kebutuhan fisiologis, keamanan, rasa memiliki, dan harga diri pemangku kepentingan mereka.

Perusahaan terbaik menciptakan tenaga kerja yang diperlakukan dengan hormat dan bermartabat, di mana setiap orang merasa didengar dan diberdayakan, memahami peran mereka dan bagaimana peran tersebut berkontribusi pada sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri, di mana tidak ada rasa takut mengambil risiko, dan di mana ada rasa memiliki. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan ini membantu memberdayakan orang untuk menjadi diri mereka yang terbaik. Ujung-ujungnya, perusahaan dan bisnis akan menjadi yang terbaik juga.

 

Leave a Comment