kepribadian big five

Kepribadian Big Five: Variabel Psikologi


Ketahui definisi kepribadian big five, trait yang termasuk di dalamnya, ciri-ciri masing-masing kepribadian, pengaruh kepribadian big five, dan faktor yang mempengaruhi kepribadian big five.

Belakangan ini beredar kabar tak sedap di sekitaran Gofur.
Katanya, di sekolah Chusnul ada anak baru, namanya Ahmad Sugaga dari Polewali Mandar.
Gofur nggak senang dengan kabar tersebut. Ia takut Ahmad Sugaga akan merebut Chusnul dari pelukannya.

Mengetahui hal ini, Chusnul cuma bisa ketawa.
Selagi dia ketawa, aroma kaos kaki basah menguar dari mulutnya.
“Yaampun yank, kamu itu neuroticismnya dominan banget sih! Tenang aja, walaupun openness to experience aku tinggi, aku tetep punya conscientiousness yang lumayan bagus kok. Aku tetep setia sama kamu lah!”

Gofur merasa tenang.
Namun ia jadi melongo, yang Chusnul bilang barusan apaan sih?
Consientiousness? Openness to experience? Apa dah?

Kamu nggak perlu bingung kayak Gofur. Hari ini, kamu akan belajar istilah-istilah sulit tadi!
Let’s go!

deindividuasi, psikologi sosial, variabel psikologi, jurnal psikologi sosial, skripsi sosial, skripsi deindividuasi

Definisi Deindividuasi – Variabel Psikologi

Yuk kita bahas salah satu teori psikologi massa ini, dan beberapa fakta unik tentang teori deindividuasi.

Sebelum kita mulai, saya mau tanya dulu ahh.
Pernahkah kamu berada dalam situasi berikut ini?

  • Ketika kamu hangout sendiri atau berdua pacar, kamu cenderung ngomong dengan suara pelan. Kalopun mau selfie, pasti selfienya sembunyi-sembunyi.
    Ketika kamu hangout sama temen-temen, mendadak kamu bisa ketawa dengan suara keras. Ngomong juga teriak-teriak.
    Kalo lagi sama gengmu, foto-foto sambil pose sikap lilin pun kamu berani. Kok gitu ya?
  • Pernahkah kamu ngeliat bocah tawuran? Saat sendirian, mereka diam dan nggak banyak tingkah. Tapi kalo sudah sama temen-temennya… Mereka berani keluarin gir motor, tongkat kasti, ngayunin golok… dan lain sebagainya. Kenapa gitu ya?
  • Kalo ibadah sendiri di rumah, kadang rasanya susah serius. Tapi kalo ibadah di tempat ibadah bareng-bareng, rasanya jadi lebih tenang dan lebih menghayati. Kok gitu ya?

teori alfred adler, tokoh alfred adler, teori adler, tokoh dan teori alfred adler, alfred adler, teori kepribadian adler, tokoh psikologi, teori psikologi individualistik

Biografi Alfred Adler

Biografi Alfred Adler, teorinya, dan pemikirannya.

Kali ini kamu akan mengenal Alfred Adler, perjalanan hidupnya dan teori-teorinya yang kaya inspirasi. Yuk simak!

kepribadian narsisisitik, definisi narsisistik dalam psikologi, narsisistuk disorer, narsistik, narsistik disorder, narsistik dalam psikologi, narsistik, narsisistik, narsisistik adalah, narsisme, apakah narsisistik, narsisistik itu apa,

Narsistik Itu Apa Sih? Ini Penjelasannya Secara Psikologis

Sebenarnya narsistik itu apa sih? Seperti apa definisi narsisistik dari segi psikologi?

Semua berawal dari satu mitologi dari Yunani, ketika seorang pria bernama Narcissus mengembara demi mencari cinta. Dalam upaya pencarian cinta itu, dia bertemu cewek bernama Echo. Si Echo ini ternyata naksir sama dia.

Apa daya, Narcissus gak ada rasa sama Echo. Dia nolak Echo deh.
Lalu satu kali, Narcissus memandang genangan air.
Ada seseorang di genangan air itu. Pantulan wajahnya sendiri.

Dan Narcissus jatuh cinta sama pantulan wajahnya itu. Tapi apa daya, dia gak mungkin mencintai dirinya sendiri (maksudnya kayak pacaran atau menikah). Atas kekecewaan dan frustrasi itu, Narcissus menenggelamkan diri deh.

Jatuh cinta sama diri sendiri itulah yang memunculkan istilah narsisistik.
Secara garis besar sih, narsisistik didefinisikan sebagai kecintaan diri sendiri yang tinggi, bahkan pada taraf tertentu merugikan.

Narsisistik adalah perilaku yang mengagungkan dan menyayangi diri sendiri yang terlalu besar.
Orang dengan narsisistik menganggap mereka lebih menarik, lebih pintar, dan lebih penting dari orang lain.
Orang dengan narsisistik menganggap mereka layak diperlakukan spesial.

Pernah kenal sama orang yang kayak gini nggak? ;p

Lanjut!

self efficacy, self efficacy adalah, self efficacy bandura, self efficacy journal, self efficacy scale, self efficacy theory, self efficacy menurut para ahli, self efficacy artinya, self efficacy arti, self efficacy akademik, self efficacy albert bandura, self efficacy and anxiety, self efficacy and self confidence, self efficacy and self management, self efficacy bandura pdf, self efficacy book, self efficacy bahasa indonesia, self efficacy concept, self efficacy, coping self efficacy, components self efficacy, can be increased by self efficacy concept analysis, self efficacy dalam pembelajaran matematika, self efficacy dan self regulated dalam pembelajaran matematika, self efficacy definition, self efficacy dalam bahasa indonesia

Definisi Self Efficacy (Efikasi Diri) Menurut Para Ahli

Apa itu self efficacy? Apa faktor pembentuknya? Apa variabel terkait efikasi diri? Kita bahas semua di sini.

Nengsih termangu membaca whatsapp dari sahabatnya, Rani. Laptop yang sedari tadi menampilkan film korea dia abaikan.

Sahabatnya itu baru saja dapat beasiswa ke luar negeri! Ia pun, dalam whatsapp-nya, memberi semangat pada Nengsih untuk ikut mengirimkan permohonan beasiswa di perusahaan yang sama.

Nengsih termenung. Dua bulan yang lalu, dia tidak yakin bahwa dia bisa dapat beasiswa ke luar negeri seperti yang terpampang di poster di kampusnya. Alasannya simpel: dia sadar dia nggak terlalu pintar. Dia biasa aja.

Tapi kini dia merasa dia juga bisa. Kenapa nggak? Rani bahkan nggak sepintar dia. Bergegas film korea itu ia tutup, ia segera menyusun form aplikasi untuk ia kirimkan.

Perasaan apa ini? Mengapa ia mendadak merasa mampu seperti ini?