Inilah karakter orang kaya menurut psikologi. Bisa ditiru nggak ya?

Mau jadi kaya?

Saya tentu mau. Kalo jadi kaya, tagihan-tagihan bukanlah beban.

Saya jadi bisa beli Nintendo Switch HD yang kapasitasnya paling gede, plus laptop baru buat memaksimalkan kerjaan saya.

Loh kok jadi curhat. Anyway! Bisa nggak ya kita jadi kaya? Kita punya nggak sih karakter untuk jadi orang kaya?

Nah, psikologi mencoba menjawabnya.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa tipe orang tertentu mungkin lebih berkesempatan untuk jadi kaya.

Kalo dibandingkan sama kita semua, orang kaya punya memiliki sejumlah ciri-ciri kepribadian yang berbeda dari kita semua. Hal ini terutama kelihatan pada orang kaya yang sukses karena usaha sendiri.

Marius Leckelt dari University of Mainz dan rekan-rekannya melihat data dari Panel Sosial Ekonomi Jerman. Panel Sosial Ekonomi Jerman adalah survei tahunan penduduk Jerman; sebagian kecil dari mereka adalah orang-orang yang sangat kaya.

Marius Leckelt dan tim melihat kekayaan bersih, bukan pendapatan mereka. Itu karena mereka pikir itu memberikan gambaran yang lebih akurat tentang sumber daya material mereka. Mereka mengetahui kekayaan bersih peserta dengan cara melihat informasi tentang aset dan hutang mereka.

karakter orang kaya menurut psikologi

Peneliti menyebut seseorang “kaya” kalau kekayaan bersih mereka lebih dari €1 juta dan “tidak kaya” bila kurang dari €800.000. Partisipan juga diberi label “self-made” kalo sebagian besar uang mereka berasal dari bekerja untuk diri mereka sendiri atau memulai bisnis mereka sendiri. “pewaris” bila sebagian besar uang mereka berasal dari hadiah atau warisan, atau “campuran” kalo mereka ada di tengah alias sebagian warisan terus sisanya usaha sendiri.

Sebagai bagian dari survei, orang-orang mengisi kuesioner singkat yang melihat ciri-ciri Big Five Personality mereka dan juga dikasi sebuah skala mengenai keberanian mengambil risiko.

Hasilnya, tim ini menemukan bahwa orang kaya punya profil kepribadian yang berbeda dari mereka yang tidak kaya.

Mereka lebih bersedia mengambil risiko, terbuka, ramah, dan bertanggung jawab, tetapi nggak penakut.

Kumpulan ciri kepribadian ini paling umum di antara mereka yang menghasilkan uang sendiri, diikuti oleh mereka yang kekayaannya berasal dari berbagai sumber. Di sisi lain, pewaris kekayaan cenderung nggak punya profil kepribadian ini.

Secara keseluruhan, menjadi kaya terkait dengan kepribadian kita. Kita harus memiliki dengan lebih banyak keterbukaan, lebih mudah bergaul, memiliki kesadaran resiko yang tinggi, dan berani menghadapi risiko, dan sedikit neurotisisme.

Kalau nggak punya kepribadian yang sesuai, terus apakah kita jadi nggak bisa kaya?

Emang sih semua kepribadian itu nggak ada artinya kalo nggak kerja keras. Dan, Leckelt nggak menyebut bahwa kepribadian bukan penentu utama kesuksesan. Bekerja lebih keras atau bersedia mengambil risiko dapat membantu seseorang menjadi kaya.

Lagi pula, orang-orang mandiri dalam kelompok yang tidak kaya memiliki profil kepribadian yang sama, meskipun mereka tidak memiliki banyak uang. Tentunya masih banyak hal lain selain kepribadian seseorang yang mempengaruhi keuangannya.

Sifat korelasional dari penelitian ini juga membuat sulit untuk menarik kesimpulan yang jelas tentang sebab dan akibat. Bisa jadi, kekayaan lah yang membuat kepribadian seseorang jadi berubah; dan bukan sebaliknya.

Tetapi para penulis mengatakan bahwa ciri-ciri kepribadian inilah yang membuat orang menjadi kaya, bukan ciri-ciri kepribadian orang yang sudah kaya. Ini karena kepribadian seperti ini jauh lebih umum di kalangan jutawan yang berusaha sendiri daripada di antara mereka yang berasal dari uang. Kalo uang mengubah kepribadian orang, mereka yang lahir dalam kekayaan akan memiliki kepribadian yang paling berbeda.

Kalau kamu perlu ide skripsi psikologi tentang kekayaan, kamu bisa coba gunakan ini sebagai judul. Coba deh kembangin. Jadi kamu cari tau karakter orang kaya menurut psikologi, tapi khusus orang indonesia.

Kan salah satu kendala dari penelitian ini adalah mengetahui apakah ada perbedaan kepribadian yang serupa antara orang kaya dan orang miskin di negara lain selain Jerman. Nah siapa tau di daerahmu, misalnya di Fakfak atau di Polewali Mandar karakternya beda lagi.

Iklan!

Penelitian ini juga menggunakan skala Big Five. Kebetulan saya udah pernah bahas Big Five di sini. Baca ya!

Nggak ada jaminan bahwa efek ini akan terjadi di tempat lain dengan budaya dan ekonomi yang berbeda.

Dan kita belum yakin juga apakah kepribadian yang mengubah kekayaan, atau kaya dulu baru kepribadiannya berubah. Atau, bisa jadi kedua variabel ini bekerja bersama; alias kepribadian dan kekayaan saling mempengaruhi dan menguatkan satu dengan yang lain.

 

Sumber:

BPS Digest

Author: Robi Maulana

Yang nulis di PH. Sering ada bahan tulisan tapi buntu di tengah jalan. Sekarang main instagram tapi followernya masi dikit.

Ada komentar? Mau nanya? Mau curhat? Silakan tulis di sini :)