Ingin Ke Psikolog? Ketahui Ini Biar Nggak Kaget

Home // Kepoin Psikologi // Ingin Ke Psikolog? Ketahui Ini Biar Nggak Kaget

10 hal yang harus kamu ketahui sebelum ke psikolog.

DAFTAR ISI (klik untuk memilih)

Katakanlah hidup ini sudah semakin berat.
Kamu sedemikian terbebani, hingga kamu berbisik “aku sudah nggak sanggup lagi…”

Kamu lalu memutuskan ingin ke psikolog.

Namun kamu mungkin masih bingung dan ragu.
Kamu nggak tau berapa biaya ke psikolog, di psikolog kamu akan diapakan, dan lain-lain.

Sebelum kamu membulatkan tekad untuk ke psikolog, ada baiknya kamu baca ini dulu.

Setelahnya, kamu lebih memahami langkah yang harus dilakukan sebelum ke psikolog.

1. Tempat Menemukan Psikolog

Di mana ya tempat menemukan psikolog?.

Kalau kamu tinggal di kota besar, kamu bisa ke puskesmas dulu.

Tanya ada psikolog atau nggak. Syukur-syukur ada dan bisa ngasih rujukan.
Kalau bisa, kan enak biayanya ditanggung asuransi atau BPJS.

Kalau kamu tinggal di kota kecil, mending langsung ke rumah sakit jiwa aja.

Isi rumah sakit jiwa bukan cuma orang gila kok!
Masuk aja ke resepsionis dan tanya ada psikolog apa nggak.
Kalo ada, tanya prakteknya jam berapa sampe jam berapa.

Kalau takut digosipin tetangga, pergi aja ke rumah sakit umum.
Rata-rata RSUD sekarang punya poli psikologi lo.
Kalau ada, tanya aja jam berapa bisa konsultasi.

Mungkin akan malu dan canggung sih. Tapi kalo kamu mau sehat, kenapa nggak?

Solusi lainnya adalah ke universitas yang punya Fakultas Psikologi.
Kampus yang ada Fakultas Psikologi (seharusnya) punya biro psikologi.
Itu kan salah satu sumber pemasukan kampus, ehehehe

Googling dulu aja nama universitas di kotamu, dan cari yang ada fakultas psikologinya.
Kalau ada, datangi kampusnya dan tanya biro psikologinya sebelah mana.
Baru abis itu bilang, mau bikin janji konsultasi.

Ada lagi cara berikutnya: temukan himpunan psikologi di kotamu.
Himpunan Psikologi, atau disingkat Himpsi, adalah wadahnya para psikolog di seluruh Indonesia.
Tiap provinsi ada, kalau untuk cabang kota saya kurang tau.

Temukan aja Himpsi cabang provinsimu (lewat google)
Tanyakan nomer telpon yang bisa dihubungi.
Kalau sudah, kamu bisa tanya gimana caranya bikin janji.

 

UPDATE: kamu bisa menemukan nomor telepon himpsi provinsimu di sini.

 

Cara lainnya adalah mendatangi tempat ibadah paling besar di kotamu.
Datanglah ke sana, dekati pengelola tempat ibadahnya.
Tanya adakah psikolog yang sering ibadah di situ. Kalo ada, tanya aja gimana cara menghubunginya.

Solusi lain adalah melalui aplikasi psikolog online.
Ada lo aplikasi semacam itu.
Jadi kamu bisa curhat ke psikolog lewat hape.

Solusi yang bagus, tapi aplikasi ini gak akan PERNAH bisa menggantikan ketemu langsung.
Konsultasi langsung, jauh lebih efektif ketimbang ngobrol lewat teks atau suara atau video.

Lagipula, mungkin saja masalah yang kamu hadapi membutuhkan ketemu lebih dari sekali.
Kalau lewat aplikasi kan psikolognya pasti ganti-ganti.
Kalau gitu, selesainya kapan dong?

Meski demikian, kalau memang di kotamu nggak ada psikolog, bolehlah pakai aplikasi ini.


2. Berapa Biaya Konsultasi Psikologi?

Pertanyaan berikutnya adalah: berapa biaya konsultasi ke psikolog?

Biaya ke psikolog paling murah minimal Rp 150ribu per sesi.
Satu sesi sekitar 45-50 menit. Kalau lebih dari satu sesi, ya tambah lagi berapa gitu.

Itu baru konsultasi aja ya. Biayanya bisa lebih besar lagi.

Nanti akan dilihat kamu perlu terapi atau nggak. Kalau perlu terapi, ya lebih besar lagi biayanya.
Kalau ternyata gangguanmu serius, mungkin perlu pendampingan psikiater.
Kalau nantinya psikiater memberimu resep obat, ya nambah lagi.

Kemahalan kah?

Ini cara mengakalinya.

2.1. Gunakan asuransi atau BPJS

Cara mengurangi biaya konsultasi psikologi adalah gunakan asuransi kesehatan atau BPJS.
Sekarang BPJS udah bisa kok meng-cover pengobatan kejiwaan. Asuransi lain harusnya juga gitu.

Hubungi asuransi yang kamu gunakan dan tanya apakah kejiwaan juga dicover.
Kalau iya, tanya aja apa syaratnya.

Kalau BPJS, kamu bisa ke puskesmas. Puskesmas di kota besar punya poli psikologi kok.
Kalau belum ada, langsung ke RSJ aja. Tanya resepsionisnya tentang syarat konsultasi dengan BPJS.

Ehh RSUD juga sekarang punya poli psikologi lo. Kalau ada, tanya aja syarat konsultasi pake asuransi/BPJS.

2.2 Telpon dulu psikolognya

Atau telpon dulu psikolog yang mau kamu datangi.
Kamu jangan langsung curhat!
Tanyakan saja jadwal konsultasi dan berapa biaya per sesi.

Kalau kamu berani, tawar aja biayanya.
Kalau nggak, minta solusi ke psikolog mengenai alternatif yang lebih murah.
Psikologmu akan dengan senang hati memberikan ide.


3. Seleksi Dulu Psikologmu

Nyari psikolog sama kayak nyari jodoh. Cocok-cocokan. Yaaa kan kayak di profesi lain, Psikolog ada bermacem-macem.

Ada yang judes, ada yang akan membuatmu berdebat, ada yang lebih banyak diam.
Ada psikolog yang sabar mendengar omonganmu.
Ada juga yang akan memotong pembicaraanmu dan nanya-nanya terus.

Ada yang menasehati dengan lembut, ada yang nadanya agak keras.

Ya kalau masih bisa memilih, pilih aja.
Kalau di rumah sakit jiwa, tanya aja ke resepsionis, sifatnya psikolog itu gimana.
Sabar nggak, judes nggak. Gitu juga di biro psikologi atau Himpsi.

Kalau pilihannya terbatas atau cuma satu, ya udah nggak bisa milih. Hehehe


4. Ke Psikolog Sudah Nggak Aneh Kok

Kamu mungkin ngerasa aneh harus ke psikolog.
Nggak papa, ke psikolog bukan berarti kamu gangguan jiwa.
Malahan ke psikolog jangan nunggu parah, biar penanganannya nggak sulit.

Sebenernya ke psikolog bukanlah sesuatu yang jarang.
Udah banyak kok orang pergi ke psikolog, cumaaa mereka merahasiakannya.
Ya ngapain sih mengumbar penyakit? Mending diem aja kan.

Saya punya temen yang rutin konsultasi psikologi.
Dia memang dulu pernah PTSD, tapi sekarang udah sembuh.
Setelah sembuh, dia justru makin sering curhat ke psikolog, padahal ya sehat-sehat aja.

Katanya buat check-up dan memastikan dia tetap dalam kondisi terbaik.

PTSD apa sih? Baca penjelasannya di sini.


5. Terapi Psikologi

Terapi di psikologi itu kayak apa sih?
Apakah dipijit? Diusap-usap? Atau dihipnotis?

Terapi ada bermacam-macam.
Ada terapi CBT, terapi desensitisasi, terapi paparan (flooding), dll.

Terapi CBT mengubah pola pikir dan perilakumu.
Terapi desensitisasi memisahkan perasaanmu (takut, marah, dll) dari suatu kejadian.
Terapi paparan menghilangkan ketakutanmu dari suatu kejadian/benda.

Terapi lainnya masih banyak.

Kalo dihipnosis, mungkin nggak?
Ya, hipnoterapi mungkin akan digunakan.
Tapi balik lagi sih, psikolognya punya sertifikat hipnotis apa nggak.

Terapi nggak selalu diperlukan, tergantung apa masalah yang kamu hadapi.

Kalau masalah yang nggak terkait gangguan jiwa, ya paling cuma konsultasi.
Kalau gangguan jiwa sedang (kenakalan, fobia, stres, dll), mungkin perlu terapi.
Kalau sudah masuk gangguan jiwa berat, bisa terapi + penanganan psikiater (minum obat)

 

BERIKUTNYA: peringatan dan hal-hal yang bukan urusan psikolog. Lanjut di sini.

245 thoughts on “Ingin Ke Psikolog? Ketahui Ini Biar Nggak Kaget”

  1. Saya beberapa kali prnh mau bunuh diri ada juga bekas sayatan dn tusukan d perut …. apakah harus ke psikolog

    Reply
  2. Mau nanya kak, apabila ketika tidur kita selalu gelisah dan terbangun dengan rasa ketakutan dan kehawatiran yang sedang dialami. Sehingga takut untuk tidur.

    Serta selalu menyalahkan diri sendiri ketika ujian yang berat datang dalam kehidupan.

    Dan menjadi tidak percaya diri untuk keluar rumah, karena takut dengan pertanyan-pertanyaan orang lain yang menyinggung ujian yg sedang aku alami.
    Apakah aku harus ke psikolog ?

    Reply
  3. Kira-kira guru BK bisa menjadi jalan keluar untuk pergi ke psikolog nggak? Saya masih takut ngomong ke ortu tentang kondisi saya.

    Reply
  4. Kak mau tanya, kira2 saya harusnke psikolog atau psikiater ya? Dengan kondisi seperti ini:
    1. Dulunya orang tuanya bermasalah, ada orang ketiga.
    2. Trauma, pada akhirnya di percintaan dia selalu gagal alasan selalu ada orang baru.
    3. Dia ini introvert, apa2 jangan sampe orang lain tau. Akhirnya dia cemas, gelisah dia rasain sendiri. Disuruh cerita pun dia bingung rasa yg mana yg dia rasain.
    4. Dia anak pertama dimana orang tuanya menuntut untuk bisa menopang keluarganya dengan kondisi dia yg gak respect sama orang tuanya.
    5. Dia merasa lingkungan teman dia ini tidak mendukung adanya dia.
    6. Akhirnya dia pasrah, hampa, cemas, gelisah sama diri dia sendiri. Dia nggak bisa mengontrol nangisnya kalo lagi sendiri.

    Reply
  5. Kak mohon bantuannya, apa saya perlu ke psikolog atau psikiater ya? Atau dari kedua itu saya perlu kemana ya kak? Dengan keadaan saya seperti ini.
    Pointnya itu,
    1. Dulunya orang tuanya bermasalah, ada orang ketiga.
    2. Trauma, pada akhirnya di percintaan dia selalu gagal alasan selalu ada orang baru.
    3. Dia ini introvert, apa2 jangan sampe orang lain tau. Akhirnya dia cemas, gelisah dia rasain sendiri. Disuruh cerita pun dia bingung rasa yg mana yg dia rasain.
    4. Dia anak pertama dimana orang tuanya menuntut untuk bisa menopang keluarganya dengan kondisi dia yg gak respect sama orang tuanya.
    5. Dia merasa lingkungan teman dia ini tidak mendukung adanya dia.
    6. Akhirnya dia pasrah, hampa, cemas, gelisah sama diri dia sendiri. Dia nggak bisa mengontrol nangisnya kalo lagi sendiri.

    Reply
  6. Aku mau tanya ka,aku ga ngerti sm apa yg lg aku rasain. Tp kadang aku ngerasa sedih bahkan tiba2 seneng sndiri,nanti tiba2 marah2 smpe ga ke kontrol gt. Dan lebih parah nya lg aku kyk bnr bnr ngerasain,aku udh ga sanggup hidup lg di dunia ini,merasa bersalah bgt sm masa lalu aku,mungkin karna masa lalu yg begitu kelam ya contoh nya dari keluarga ,jg lingkungan tmpat aku main.Dan kadang aku klo udh bnr bnr ga kuat ngadepin masalah aku suka nyakitin diri sndiri,kyk nyilet nyilet tangan dan sampe skrng pun nyilet2 itu kyk udh makanan sehari2,bahkan tangan kanan dan kiri udh bnr bnr butek bgt karna bekas koreng siletan ini. Maaf bgt bukannya lebay tp aku berasa dgn begitu aku merasa lega dan kadang emg itu cara yg selalu aku lakuin disaat aku bnr bnr emosi aku bnr bnr putus asa. Klo kata org org kan kebanyakan bilang ,klo nyilet2 tangan itu karna dia pake narkoba,nah aku sama sekali ga pernah nyentuh2 itu. Emg ya dari dulu selalu tenang hati klo udh begitu:) saran nya aku hrs bagaimana dan gimana ka aku bnr bnr gatau hrs gmna lg?:’)

    Reply

Leave a Comment