Definisi Adaptasi di Dalam Psikologi

Home // Kamus Psikologi // Definisi Adaptasi di Dalam Psikologi

Kali ini kita akan bahas singkat tentang definisi adaptasi di dalam psikologi, dan beberapa contoh mengenai adaptasi di dalam psikologi.

Adaptasi itu apa ya? Sebenernya apa tujuan kita melakukan adaptasi? Lalu, apa itu perilaku maladaptif?

Secara umum definisi adaptasi adalah proses perubahan yang dilakukan organisme atau spesies untuk menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan, yang memungkinkan kelangsungan hidup spesies tersebut.

Di dalam psikologi perkembangan, menurut Jean Piaget (1967) adaptasi adalah upaya mencapai keseimbangan (ekuilibrium) antara asimilasi dan akomodasi, yang dilakukan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.

Sementara menurut Barrett dan Kurzban (2006) adaptasi psikologis adalah proses dalam pikiran yang berevolusi melalui seleksi alam untuk menjalankan fungsi pemrosesan informasi.

 

1. Adaptasi secara umum

Organisme, dari mikroba hingga tumbuhan dan hewan, mendiami lingkungan yang dapat berubah menjadi lebih kering, lebih panas, lebih dingin, lebih asam, lebih gelap dan lebih cerah – dengan jumlah variabel yang hampir tak terbatas.

Menurut Charles Darwin, organisme yang dapat bertahan hidup adalah yang mampu beradaptasi. Dengan lingkungan yang selalu berubah-ubah,

Organisme dengan keunggulan genetik, seperti mutasi yang membantu mereka bertahan dalam kondisi baru, mewariskan perubahan pada keturunan, dan menjadi lazim dalam populasi untuk diekspresikan sebagai adaptasi.

Nah di dalam adaptasi ada tiga perubahan yang terjadi. Yang pertama adalah adaptasi struktural, fisiologis dan perilaku. Sebagian besar organisme memiliki kombinasi dari semua jenis ini.

 

1.1 Struktural

Lingkungan organisme membentuk penampilannya melalui adaptasi struktural. Rubah gurun memiliki telinga besar untuk radiasi panas dan rubah Arktik memiliki telinga kecil untuk mempertahankan panas tubuh.

Sebagian burung memiliki paruh tajam melengkung untuk mencabik daging, burung lain memiliki paruh sedikit membulat untuk mematuk biji-bijian.

 

1.2 Fisiologis

Kalau dilihat dari kimia dan metabolisme tubuh, adaptasi fisiologis biasanya nggak terlihat dari luar.

Adaptasi fisiologis terdiri dari hal-hal seperti ginjal yang lebih efisien untuk hewan gurun seperti tikus kanguru, senyawa yang mencegah pembekuan darah dalam air liur nyamuk, atau adanya racun dalam daun tanaman untuk mengusir herbivora.

 

1.3 Perilaku

Adaptasi yang mempengaruhi bagaimana suatu organisme bertindak disebut adaptasi perilaku. Beruang berhibernasi biar nggak kedinginan; burung dan paus bermigrasi ke iklim musim dingin yang lebih hangat.

Adaptasi perilaku yang melibatkan prosedur kawin, seperti yang diperagakan oleh bowerbird Australia, dapat menjadi sangat kompleks. Seringkali adaptasi perilaku mengambil studi lapangan dan laboratorium yang cermat untuk membawanya sepenuhnya, dan sering melibatkan mekanisme fisiologis.

Manusia menggunakan adaptasi budaya sebagai bagian dari adaptasi perilaku, di mana orang-orang yang tinggal di lingkungan tertentu belajar cara meningkatkan makanan yang mereka butuhkan dan mengatasi iklim tertentu.

Nah, adaptasi perilaku inilah yang jadi pembahasan di dalam adaptasi psikologi.

Adaptasi perilaku ini dapat lebih difokuskan lagi menjadi adaptasi masing-masing individu. Misalnya kalau kita baru aja merantau, kita perlu belajar bahasa daerah yang baru, mencoba makanan baru, dan sopan santun yang ada di daerah itu. Ini termasuk adaptasi juga.

Namun, setiap perubahan mendadak membutuhkan adaptasi lebih lanjut. Reaksi adrenalin diproduksi untuk bahaya yang disebut “melawan atau lari” sindrom (termasuk napas cepat, peningkatan denyut jantung, dan berkeringat) juga dapat dianggap sebagai bentuk adaptasi.

Respons psikologis yang terlibat dalam pengkondisian klasik dan operan, yang melibatkan perilaku yang dipelajari yang dimotivasi oleh penguatan positif atau takut akan hukuman, juga dapat dianggap adaptasi.

Oke, kita udah bahas definisi adaptasi secara umum ya. Sekarang seperti apa sih adaptasi di dalam psikologi?

 

2. Definisi Adaptasi dalam Psikologi Perkembangan Kognitif (Piaget)

Piaget membedakan antara keadaan adaptasi (terkait dengan penutupan, rekonstiyusi dan organisasi sistem) dan proses adaptasi (terkait dengan pembukaan dan pertukaran sistem yang sama).

Menurut teori Jean Piaget, adaptasi adalah salah satu proses penting yang memandu perkembangan kognitif. Proses adaptasi itu sendiri dapat terjadi dalam dua cara: melalui asimilasi dan akomodasi

Asimilasi adalah modifikasi dari pengalaman eksternal agar sesuai dengan skema atau struktur mental yang ada, sedangkan akomodasi adalah modifikasi dari struktur atau skema mental yang ada untuk memenuhi pengalaman baru.

Asimilasi dan akomodasi saling melengkapi, dan keduanya beroperasi secara bersamaan, namun satu dapat diutamakan dari yang lain tergantung pada tuntutan lingkungan atau tingkat perkembangan individu.

Asimilasi dan akomodasi itu apa sih? Sabar, kita bahas setelah ini!

Asimilasi

Kita bahas asimilasi di dalam adaptasi.

Secara simpel, asimilasi adalah orang menerima informasi dari dunia luar dan menafsirkannya sesuai dengan konsep yang udah mereka punya.

Orang-orang memiliki kategori mental untuk informasi, yang dikenal sebagai skema, yang digunakan untuk memahami dunia di sekitar mereka.

Kadang informasi baru bisa diasimilasi ke dalam skema dengan mudah. Kalau potongan informasi ini sudah ada di dalam skema kita, potongan sisanya biasanya lebih cepat diserap ke dalam skema.

Contoh: ? + ? = 2, berapa angka yang hilang?

kamu mungkin menebak kalau angka yang hilang adalah 1 dan 1. 1 + 1 = 2. Yes! kamu bener. Meski potongan informasi barusan nggak lengkap, tapi otakmu cukup bisa menyesuaikan sisanya.

Demikian juga bahasa. Meski bahasa kita dan orang Malaysia agak beda, tapi kita bisa nonton Upin Ipin tanpa subtitle. Ini karena potongan informasi yang kita punya udah cukup untuk melengkapi informasi yang kurang.

Namun, proses asimilasi nggak selalu sempurna. Potongan informasi yang kita miliki bisa jadi nggak sesuai dengan informasi yang masuk ke kita.

Akomodasi

Dalam akomodasi, orang juga mengakomodasi informasi baru dengan mengubah representasi mental mereka agar sesuai dengan informasi baru.

Ketika orang menemukan informasi yang baru atau nggak sesuai dengan ide-ide yang ada, mereka sering harus membentuk skema baru untuk mengakomodasi informasi tersebut.

Ini seperti mencoba menambahkan file ke dalam komputer, tapi ternyata nggak ada kategori yang sudah ada sebelumnya yang sesuai dengan data. Untuk memasukkannya ke dalam basis data, kamu harus membuat bidang baru atau mengubah yang sudah ada.

Kayak contoh soal tadi.

Contoh: ??? + ??? = 2

Gimana cara menggunakan penjumlahan dengan dua bilangan ratusan, tapi hasilnya 2?

Ya berarti kita perlu menggunakan ilmu yang lain, yakni bilangan positif dan negatif.

Nah, solusi untuk penjumlahan bernilai 2 sekarang jadi macem-macem kan? -898 + 900 juga nilainya 2. 500 + -498 juga hasilnya 2. Ketika saya “memperkenalkan” metode baru, kan solusinya jadi lebih banyak.

Contoh lain adalah adaptasi di kota baru. kamu yang baru merantau, cepat atau lambat harus perlu belajar bahasa daerah sana. Ini untuk memudahkan kamu berkomunikasi dengan orang di daerah itu.

Dan belajar bahasa baru adalah membuat bidang baru di otak, supaya kosakata baru dari daerah tersebut bisa masuk ke otakmu.

Ini disebut akomodasi, artinya mengubah skema yang ada agar lebih sesuai dengan informasi baru.

Ekuilibrasi

Piaget percaya bahwa perkembangan kognitif nggak mengalami kemajuan pada tingkat yang stabil, tetapi berupa naik turun.

Ekuilibrium terjadi ketika skema anak dapat menangani sebagian besar informasi baru melalui asimilasi. Namun, keadaan disekuilibrium yang nggak menyenangkan terjadi ketika informasi baru nggak dapat dipasang ke skema yang ada (asimilasi).

Ekuilibrasi adalah kekuatan yang mendorong proses belajar, karena kita nggak suka frustrasi dan akan berusaha untuk mengembalikan keseimbangan dengan menguasai tantangan baru (akomodasi).

Setelah informasi baru diperoleh, proses asimilasi dengan skema baru akan berlanjut sampai waktu berikutnya kita perlu melakukan penyesuaian.

 

Adaptasi di dalam Psikologi Evolusi

Definisi Adaptasi di dalam Psikologi Evolusi

Istilah evolusi pertama kali diajukan oleh Charles Darwin dalam bukunya berjudul On the Origin of Species.

Teorinya menyatakan bahwa adaptasi adalah sifat-sifat yang muncul dari tekanan selektif yang dihadapi suatu spesies di lingkungannya.

Adaptasi harus memberi peluang bagi satu organisme untuk bertahan hidup, dan peluang ini diturunkan ke generasi berikutnya melalui proses seleksi alam ini.

Adaptasi psikologis adalah sifat adaptif untuk sesuatu yang kita anggap kognitif atau perilaku. Ini dapat mencakup strategi sosial sadar, respons emosional bawah sadar (rasa bersalah, ketakutan, dll.), Atau naluri yang paling bawaan. Psikolog evolusi mempertimbangkan sejumlah faktor yang menentukan adaptasi psikologis, seperti fungsi, kompleksitas, efisiensi, dan universalitas.

Sama seperti ciri-ciri fisik tertentu yang terus ada dari generasi ke generasi, penelitian saat ini menunjukkan beberapa ciri psikologis, atau adaptasi, dapat juga diturunkan secara genetik.

Adaptasi psikologis sering didefinisikan sebagai kecenderungan terhadap perilaku atau pola pikir tertentu.

Sama seperti sebagian besar orang dilahirkan dengan kuku; sejumlah perilaku atau kecenderungan manusia ada yang muncul di seluruh belahan dunia. Ini menunjukkan bahwa perilaku tersebut ada karena di masa lalu, perilaku ini bisa dipakai untuk bertahan hidup.

Trypophobia (fobia terhadap benda-benda berlubang) juga diteorikan sebagai ketakutan herediter. Manusia di zaman prasejarah mengkonsumsi buah dan tanaman, dan mereka menilai organsime yang memiliki lubang-lubang cenderung beracun dan berbahaya.

Ekspresi wajah juga merupakan hasil adaptasi psikologi. Ekspresi wajah cenderung universal, bisa diterjemahkan oleh siapapun terlepas dari asal dan budayanya. Bukti bahwa ekspresi wajah adalah herediter (turunan) adalah seseorang yang tunanetra juga mengekspresikan kegembiraannya dengan tersenyum, meskipun seumur hidup nggak pernah melihat atau mencontoh orang lain tersenyum.

Adaptasi hedonis, juga disebut “hedonic treadmill,” mengacu pada kecenderungan orang-orang yang terbukti secara riset untuk kembali dengan cukup cepat ke tingkat kebahagiaan yang stabil setelah peristiwa yang menyakitkan. Misalnya, menghibur diri abis diputusin. Atau self-healing setelah minggu yang panjang dan melelahkan.

Ini juga dapat diterapkan pada berbagai kondisi emosional yang kuat dan dapat menjelaskan mengapa orang menjadi terbiasa dengan peristiwa yang telah berulang kali mereka alami.

Nah, hedonic treadmill ini ada di semua orang, terlepas dari budayanya. Bisa jadi ini adalah bentuk adaptasi psikologis, yang membantu kita tetap hidup dan fokus pada isu-isu terkini yang menuntut perhatian kita.

Dalam adaptasi hedonis, pandangan seseorang tentang suatu peristiwa negatif atau positif secara bertahap kembali ke reaksi yang lebih netral.

kamu mungkin seneng makan mi gacoan. Tapi gimana kalo seminggu makan mi gacoan terus? Apakah masih tetep hepi? Tentu lama-lama jadi biasa aja.

Sementara itu, desensitisasi mengacu pada berkurangnya respons terhadap suatu peristiwa yang pernah menyebabkan respons itu.

Contoh desensitisasi adalah rasa sakit setelah diputusin, yang perlahan sembuh sendiri. Atau meninggalnya anggota keluarga yang perlahan bisa direlakan. Ini adalah contoh desensitisasi.

 

Lalu, apa itu maladaptasi?

Menurut psikologi individual Adler, perilaku maladaptif adalah cara hidup yang salah secara norma, yang terjadi karena ketertarikan sosial yang inadekuat.

Dalam psikologi evolusioner, teori maladaptif berpendapat bahwa beberapa perilaku manusia adalah hasil dari kekuatan selektif masa lalu yang nggak lagi beroperasi, biasanya karena perubahan dalam lingkungan fisik dan sosial, mengakibatkan perilaku yang nggak lagi bermanfaat.

Maladaptif adalah sisa-sisa perilaku kita di masa lalu. Sisa perilaku ini dulunya mungkin berguna, tapi sekarang udah nggak bermanfaat lagi; bahkan bisa membahayakan.

Contoh di dalam keseharian adalah gula. Kita suka makanan manis, karena dulu jaman prasejarah makanan manis cuma ada di buah. Buah manis ini sumber nutrisi yang baik, makanya otak kita menghadiahi kita dengan dopamin karena udah mengkonsumsi buah manis. Masalahnya, sekarang makanan manis gampang ditemui. Dopamin kita belum beradaptasi. Akibatnya, banyak orang yang jadi terlalu doyan manis sampe diabetes.

Selama 50.000 tahun terakhir, dan terutama selama 15.000 tahun terakhir, hampir semua hal tentang lingkungan kita telah berubah secara dramatis. Pikirkan betapa berbedanya kehidupan kita sehari-hari dengan kehidupan leluhur kita beberapa ratus tahun yang lalu.

Sekarang perhatikan betapa berbedanya nenek moyang kita dari beberapa ribu tahun yang lalu. Dan bagaimana dengan yang dari puluhan ribu tahun yang lalu, sebelum pertanian ditemukan dan permukiman dimulai.

Kita sekarang menghadapi dunia dengan otak dan tubuh yang dibentuk untuk situasi ribuan tahun yang lalu. Makanya, diperkirakan akan terjadi maladaptasi.

Nah, itu dulu yes penjelasan tentang adaptasi di dalam psikologi. Berikutnya kita akan bahas tentang maladaptasi lebih dalam dan beberapa contoh perilaku maladaptif.

Bye!

 

Sumber:

https://www.verywellmind.com/what-is-adaptation-2794815

https://www.simplypsychology.org/piaget.html

Simonet, Guillaume . The concept of adaptation : interdisciplinary scope and involvement in climate change », S.A.P.I.EN.S [Online], 3.1 | 2010, Online since 19 July 2010, connection on 30 April 2019. URL : http://journals.openedition.org/sapiens/997

https://en.wikipedia.org/wiki/Psychological_adaptation

https://www.psychologytoday.com/us/blog/beastly-behavior/201903/maladaptation-in-evolutionary-psychology

Leave a Comment