Definisi Abulia di Dalam Psikologi dan Psikiatri

Home // Istilah Psikologi // Definisi Abulia di Dalam Psikologi dan Psikiatri

Kali ini kita akan membahas mengenai definisi abulia. Ciri-cirinya, dan perbedaan abulia dengan depresi.

Kemaren waktu iseng-iseng buka pinterest, saya nemu akun yang ngepost beberapa istilah psikologi dengan background estetik. Salah satunya adalah abulia. Tapi apa sebenarnya abulia itu?

 

Apa itu abulia?

Kamus Neurologis menyebut definisi abulia sebagai “sindrom hipofungsi.” Ini ditandai dengan kurangnya inisiatif, spontanitas, dorongan, apatis, kelambatan berpikir (bradifrenia), dan menumpulnya respons emosional dan respons terhadap rangsangan eksternal.

Dengan kata lain, abulia mengacu pada kurangnya kemauan, dorongan, atau inisiatif untuk bertindak, berbicara, dan berpikir. Istilah ini berasal dari kata Yunani aboulia, yang berarti “tidak berkehendak.” Ini harus dibedakan dari ketidakmampuan untuk melakukan suatu aktivitas karena cacat kognitif atau fisik. Fenomena ini sudah dikenal sejak tahun 1838. Beberapa istilah telah digunakan secara bergantian dengan abulia: apatis, akinesia psikis, hilangnya aktivasi diri psikis, dan athymia.

Yang perlu diperhatikan, hilangnya keinginan dan dorongan ini terkait dengan gangguan jaringan otak.

Orang yang mengalami abulia dapat menunjukkan gejala yang bervariasi. Bisa mulai dari yang halus sampai yang parah. Level yang paling ekstrimnya adalah mutisme (tidak berbicara). Abulia paling sering dikaitkan dengan kondisi neurologis atau kejiwaan.

 

Ciri-ciri Abulia

Ada beberapa gejala abulia. Gejala yang khas bisa berupa sebagian atau seluruh dari kombinasi berikut ini:

• Kurangnya minat untuk memulai atau menyelesaikan tugas penting

• Tidak tertarik pada hal-hal yang sedang terjadi

• Pasif

• Tidak ada pendapat atau opini tentang apapun yang terjadi di sekitarnya

• Kurangnya minat pada orang lain, kurangnya interaksi, komunikasi yang terbatas, dan menghindari orang lain

• Tidak mau bicara hingga mencapai tahap ekstrem

• Gerakan fisik yang lamban

• Refleks yang berkurang

• Mengucilkan diri secara emosional

• Kesulitan dalam membuat keputusan atau rencana, keragu-raguan

• Mengunyah makanan dalam waktu lama tanpa menelan

 

 

Apa Penyebab Abulia?

Penyebab abulia lebih sering terjadi karena fungsi fisik; artinya ada gangguan atau penyakit yang menyerang otak.

Kerusakan otak atau demensia bisa mengganggu fungsi normal di otak, dan ini bisa mengakibatkan abulia. Kerusakan pada sirkuit saraf lobus frontal otak yang berdampak pada sistem dopaminergik juga menjadi salah satu dugaan penyebab abulia.

Sistem dopaminergik adalah peta sistem bahan kimia yang diproduksi di otak. Sistem ini memberi dopamin, yang memberikan perasaan positif kebahagiaan dan kepuasan kepada diri kita.

Ketika sistem ini terganggu, maka produksi dopamin menjadi sulit dilakukan. Ini membuat seseorang jadi tidak punya motivasi untuk mengejar hal-hal yang memproduksi dopamin.

 

Klasifikasi Abulia

Abulia sendiri terbagi jadi dua; abulia minor dan abulia mayor.

Abulia Minor

Orang dengan abulia minor masih bisa berkomunikasi dengan orang lain. Mereka juga bisa bergabung dalam aktivitas yang dilakukan oleh orang lain. Tapi, mereka tidak akan memulai rencana atau aktivitas yang mereka buat sendiri.

Kenikmatan dan motivasi dan mungkin atau mungkin tidak hadir. Mereka mungkin berbicara sedikit secara spontan tetapi merespons secara singkat ketika orang lain berbicara kepada mereka.

Beberapa orang mungkin “membicarakan permainan yang bagus,” memberi tahu orang lain tentang beberapa rencana, tetapi tidak pernah menindaklanjutinya. Tindakan dan keinginannya tidak sejalan.

Abulia Major (Akinetik Mutisme)

Ini adalah jenis abulia yang parah.

Dalam abulia mayor, pasien tidak akan melakukan apa pun, termasuk berbicara dan makan, dan mungkin memerlukan perawatan pribadi total.

Termasuk bentuk terparah dari abulia mayor adalah bisu akinetik. Bisu akinetik ini terjadi apabila seseorang tidak berbicara, tapi bukan karena bisu; ini terjadi karena dia benar-benar tidak ada motivasi untuk bicara. Sekalipun bicara ini diperlukan; misalnya dia butuh makan atau ada dalam keadaan darurat.

Orang dengan bisu akinetik ini kadang matanya terbuka lebar dan bergerak cepat. Pasien juga dapat membuat jawaban singkat, bersuku kata satu, tetapi hanya untuk pertanyaan yang ditanyakan.

 

Dampak dari Abulia

Akibat minimnya niat atau keinginan untuk melakukan apapun, orang dengan abulia dapat mengalami komplikasi berikut:

1. Malnutrisi

2. Dehidrasi

3. Ketidakseimbangan elektrolit

4. Luka baring

5. Trombosis vena dalam

 

 

Apa Beda Abulia dengan Depresi?

Meskipun ada beberapa kesamaan, tapi orang dengan definisi abulia belum tentu mengalami depresi. Demikian juga, gejala yang dialami oleh orang dengan depresi belum tentu abulia.

Perbedaan utama abulia dengan depresi adalah abulia tidak menunjukkan tanda-tanda kesedihan atau pikiran negatif.

Sebaliknya, mereka menunjukkan kurangnya perhatian tentang kondisi mereka atau dunia di sekitar mereka.

Menetapkan perbedaan antara kedua kondisi dan mendapatkan diagnosis yang akurat sangat penting karena abulia tidak akan membaik dengan obat antidepresan. Ini beda dari depresi, yang bisa merasakan peningkatan dengan konsumsi obat antidepresan.

 

Referensi terkait Pengertian Abulia PDF

Untuk memahami lebih lanjut seputar definisi abulia, kamu bisa mengakses beberapa referensi berikut.

Vijayaraghavan L, Krishnamoorthy ES, Brown RG, Trimble MR. Abulia: a delphi survey of British neurologists and psychiatrists. Mov Disord. 2002 Sep;17(5):1052-7. [PubMed]

Hastak SM, Gorawara PS, Mishra NK. Abulia: no will, no way. J Assoc Physicians India. 2005 Sep;53:814-8. [PubMed]

Siegel JS, Snyder AZ, Metcalf NV, Fucetola RP, Hacker CD, Shimony JS, Shulman GL, Corbetta M. The circuitry of abulia: insights from functional connectivity MRI. Neuroimage Clin. 2014;6:320-6. [PMC free article] [PubMed]

Jorge RE, Starkstein SE, Robinson RG. Apathy following stroke. Can J Psychiatry. 2010 Jun;55(6):350-4. [PubMed]

Spiegel DR, Chatterjee A. A case of abulia, status/post right middle cerebral artery territory infarct, treated successfully with olanzapine. Clin Neuropharmacol. 2014 Nov-Dec;37(6):186-9. [PubMed]

Thome J, Foley P. Agomelatine: an agent against anhedonia and abulia? J Neural Transm (Vienna). 2015 Aug;122 Suppl 1:S3-7. [PubMed]

Naik VD. Abulia following an episode of cardiac arrest. BMJ Case Rep. 2015 Jul 01;2015 [PMC free article] [PubMed]

Muqit MM, Rakshi JS, Shakir RA, Larner AJ. Catatonia or abulia? A difficult differential diagnosis. Mov Disord. 2001 Mar;16(2):360-2. [PubMed]

 

Leave a Comment