Cara Brainstorming yang Benar agar Dapat Ide Kreatif

Home // Praktekin Psikologi // Cara Brainstorming yang Benar agar Dapat Ide Kreatif

Supaya bisa mendapatkan berbagai ide kreatif dan solusi kreatif, ini dia cara brainstorming yang benar.

Inspirasi suka datang tiba-tiba.

Meski begitu, kita nggak bisa menunggu inspirasi datang. Kalo lagi darurat, inspirasi harus dipancing.

Ini penting banget kalo waktu kita terbatas. Misalnya kalo di startup, kita butuh ide cepat untuk segera mengembangkan prototipe produk. Kalo di OSIS dan BEM, kamu mungkin butuh ide untuk menambah dana kegiatan atau untuk membuat suatu kegiatan kreatif dan revolusioner.

Makanya, kita butuh rencana supaya bisa menemukan berbagai ide dan solusi kreatif. Dan brainstorming adalah solusi kamu.

Tapi apa itu brainstorming? Gimana cara menerapkan brainstorming dalam rapat? Dan kadang brainstorming berjalan tidak efektif, itu kenapa ya?

Kali ini kita akan bahas semuanya.

Skuylah!

Brainstorming Itu Apa?

Sebenarnya apa itu brainstorming?

Brainstorming adalah proses menyerbu suatu masalah dengan banyak jawaban inovatif. Brainstorming adalah teknik untuk menghasilkan ide dan memicu kreativitas.

Individu atau tim biasanya akan melakukan brainstorming di awal proyek untuk menemukan jawaban baru atas tantangan yang ada. Namun, kamu dapat menggunakan teknik ini kapan pun kebutuhan akan ide-ide segar muncul.

Meskipun brainstorming lebih sering dilakukan dalam kelompok, tapi nggak ada salahnya juga melakukannya sendiri.

Misalnya kamu seorang wirausahawan yang lagi butuh ide kreatif. Atau penulis yang lagi gak ada ide. Brainstorming bisa jadi solusi untuk menemukan ide baru untuk ditulis atau produk kamu selanjutnya.

 

Bagaimana cara brainstorming yang benar?

 

1. Cara brainstorming yang benar adalah dengan mengeluarkan ide sebanyak-banyaknya dulu.

Pencarian ide dapat dilakukan dengan cara brainstorming yaitu dengan mengeluarkan ide sebanyak-banyaknya.

Ketika melakukan brainstorming, fokus utama adalah mengeluarkan ide sebanyak mungkin. Semakin banyak ide yang kamu miliki, semakin baik.

Kalau brainstorming ini dilakukan di dalam meeting, misalnya rapat OSIS atau meeting pengembangan produk, maka brainstorming perlu dilakukan dengan memanggil anggota-anggota yang terlibat.

Setelah menyampaikan apa yang menjadi tujuan rapat, maka mintalah semua anggota rapat untuk menulis ide sebanyak mungkin. Tulisan ini bisa dilakukan sendiri-sendiri dulu, dan tidak boleh diganggu siapa-siapa.

Strategi ini akan memberi kamu lebih banyak kemungkinan dan dapat memotivasi setiap anggota rapat untuk mengembangkan ide-ide baru. Memang nggak semua ide akan menjadi ide bagus, tetapi kita butuh menemukan satu ide bagus di antara ratusan ide jelek.

Nanti, semakin banyak ide yang ditulis anggota, kemungkinan akan ada ide bagus yang keluar.

 

2. Kumpulkan ide tersebut dan jangan biarkan adanya kritik

cara brainstorming yang benar

Tahap berikutnya adalah mengumpulkan ide tersebut di satu tempat atau wadah.

Sesi brainstorming bukanlah tempat untuk hal-hal negatif. Nggak ada konsep yang lebih unggul dari yang lain, dan mengkritik ide akan menghalangi orang untuk mengeluarkan ide sebebas-bebasnya.

Dengan menghilangkan kritik, kita dapat secara terbuka mengkomunikasikan pikiran dan ide tanpa takut dinilai sebagai “salah” atau “bodoh”.

Orang-orang lebih cenderung berbagi ide-ide yang menghibur dan menggelikan ketika mereka nggak lagi takut dikritik. Pikiran yang nggak biasa sangat penting untuk brainstorming dan harus didengar.

 

3. Terbuka untuk ide-ide baru.

Dorong ekspresi semua ide, nggak peduli seberapa anehnya. Meskipun ide-ide unik, nggak konvensional, dan bahkan eksentrik nggak selalu memungkinkan, ide-ide tersebut dapat menghasilkan solusi inventif yang sebelumnya mungkin belum pernah terpikirkan.

Membiarkan ide-ide aneh untuk muncul dalam sesi brainstorming akan membuat rapat atau brainstorming jadi lebih terbuka, sehingga jadi lebih kreatif dan meningkatkan jumlah ide yang muncul.

 

4. Gabungkan dan tingkatkan ide

Ide harus diperluas. Jelas, tim kamu nggak akan bisa menerapkan setiap konsep, tetapi kamu dapat menggunakannya sebagai inspirasi.

Untuk menghasilkan solusi baru langkah terakhir dalam cara brainstorming yang benar adalah menggabungkan gagasan.

Evaluasilah setiap ide yang ada secara bersama-sama untuk melihat mana yang layak, inovatif, dan paling sesuai dengan tujuan rapat.

Tambahkan juga saran seperti perbaikan atau alternatif untuk ide ada yang ada.

Brainstorming ide secara bersama-sama akan membantu dalam penemuan solusi optimal, sehingga tujuan atau tantangan yang ada bisa terlewati.

 

Agar brainstorming dapat berjalan efektif, Ini kesalahan brainstorming yang harus dihindari.

 

cara brainsttorming yang benar

Brainstorming tidak semudah kelihatannya. Kadang-kadang sesi brainstorming bisa menjadi sesi debat tak berujung, atau malah nggak menghasilkan apa-apa.

Supaya brainstorming dapat berjalan efektif, berikut ini kesalahan yang harus dihindari:

 

Peserta harus mengikuti brainstorming dalam keadaan siap dan mengetahui permasalahan.

Kesalahan yang sering terjadi adalah peserta rapat terkadang terburu-buru mengikuti sesi brainstorming tanpa melakukan persiapan yang diperlukan. Atau bahkan tidak tahu apa yang akan dirapatkan.

Sesi brainstorming dapat berjalan efektif apabila anggota rapat tahu apa yang jadi permasalahan. Lebih baik lagi apabila sebelum brainstorming, mereka diberi kesempatan untuk mempelajari apa yang terjadi.

Ketua rapat harus menyatakan dulu mengapa brainstorming ini penting dilakukan, dan apa saja tujuan yang ingin dikejar di dalam sesi brainstorming.

 

Pemimpin rapat juga harus mengundang orang yang berkompeten.

 

Membawa personel dari berbagai divisi bisa membantu memberikan wawasan baru. “Kita tidak akan menerima ide segar dan kreatif jika semua orang mendekati situasi dengan cara yang sama,” kata Ken Hudson, fasilitator dan pelatih Australia. Dia menulis The Idea Accelerator (Allen & Unwin, 2011).

Menurut penelitian terbaru oleh Sarah Kaplan, seorang profesor manajemen strategis di University of Toronto, keahlian mendalam tentang masalah yang menjadi materi rapat adalah faktor penting brainstorming yang efektif.

Makanya, mengundang orang dari luar kelompok juga bisa jadi pilihan yang bijaksana. “Terobosan sulit muncul jika brainstorming tidak didahului pengetahuan yang mendalam,” jelas Kaplan.

 

Subjek atau masalah yang sedang diselidiki terasa membingungkan atau kurang jelas.

Yang sering juga jadi permasalahan dari brainstorming adalah tidak jelasnya tujuan brainstorming.

Sebelum brainstorming dimulai, pemimpin rapat harus memastikan materi brainstorming cukup jelas dan tujuannya masuk akal.

Sebelum sesi brainstorming, pemimpin rapat perlu mengobrol dengan para pemimpin lain di organisasi untuk mendapatkan inti masalah yang sedang dihadapi. Inti masalah ya, bukan solusinya.

Selama brainstorming, direkomendasikan untuk mempersempit pertanyaan sehingga ada tujuan spesifik yang dicari.

 

Pastikan waktu brainstorming cukup.

Menurut Hudson dan Ditkoff, pemimpin rapat biasanya gagal memberikan waktu yang cukup bagi kelompok untuk mempertimbangkan ide dan memutuskan mana yang akan diikuti.

Berapa lama brainstorming sebaiknya dilakukan?

Disarankan untuk melakukan brainstorming selama 30 sampai 45 menit. Pemimpin rapat harus memastikan semua anggota menghormati pendapat anggota lain, dan nggak memotong ide satu sama lain.

Supaya efektif, jumlah anggota rapat sebaiknya antara empat sampai tujuh orang.

 

Ide hasil brainstorming harus dijalankan dan peserta rapat mengetahui progresnya.

Kadang setelah brainstorming selesai, ada ide bagus yang muncul. Tapi ide ini malah tidak dijalankan.

Agar brainstorming dapat menjadi efektif di masa depan, pastikan ide ini dijalankan. Ini supaya peserta rapat merasa bahwa ide mereka ditampung dan dihormati oleh kelompok. Sehingga, pada sesi brainstorming berikutnya, peserta rapat semakin semangat untuk mengeluarkan ide.

Nah, itu tadi cara melakukan brainstorming yang benar. Dengan brainstorming yang efektif, kelompok seperti OSIS, BEM, atau startup bisa menemukan solusi kreatif dan inovatif.

Siap melakukan brainstorming?

 

sumber:

https://www.shrm.org/hr-today/news/hr-magazine/0416/pages/avoid-these-brainstorming-mistakes.aspx

 

 

Leave a Comment