Apa itu Kepribadian Ambivert?

Home // Istilah Psikologi // Apa itu Kepribadian Ambivert?

Jika kamu merasa tidak berkepribadian introvert ataupun ekstrovert, mungkin kamu punya kepribadian ambivert. Tapi, apa itu kepribadian ambivert?

 

Apa itu kepribadian ambivert?

Kepribadian ambivert adalah orang yang memiliki karakteristik introvert dan ekstrovert yang seimbang.

Orang yang berkepribadian ambivert mengubah perilaku berdasarkan situasi yang mereka hadapi. Misalnya, mereka mungkin tertutup dan pendiam di sekitar orang asing, tetapi akan lebih energik dan terbuka di sekitar teman dekat dan keluarga.

Petric (2019) menyebut ada beberapa istilah lain untuk ambivert, misalnya:

· Outgoing introverts: introvert yang cenderung bisa berbaur dengan berbagai situasi dan orang asing, apabila dia memang benar-benar butuh.

· Antisocial extroverts: orang yang terbuka dan mudah bergaul, tapi lebih suka menyendiri daripada ekstrovert biasa.

Lalu, seperti apa asal usul sebutan ambivert?

 

Asal-usul teori ambivert

Orang pertama yang menciptakan istilah “ambiversi” adalah psikolog Kimball Young pada tahun 1927.

Ambiversi adalah konsep ketiga, pengembangan dari teori kepribadian yang diawali oleh psikolog bernama Carl Jung.

Dia mendefinisikan ekstraversi sebagai “perputaran libido ke luar” dan introversi sebagai “pembalikan libido ke dalam.” Jung menyebut libido sebagai motivasi untuk berbagai perilaku – termasuk dan tidak termasuk kepuasan seksual.

Menurut Carl Jung, ekstraversi adalah “energi ke luar”. Maksudnya, orang ekstrovert akan semakin berenergi apabila dia mengekspresikan energinya tersebut. Kebalikannya adalah introversi, yaitu “energi ke dalam”. Orang introvert adalah tipikal yang merotasikan energi di dalam diri, bukan dikeluarkan. Makanya ekstrovert lebih terbuka dan banyak bergaul, sementara introvert lebih tertutup dan lebih suka berada dalam pikirannya sendiri.

Penelitian menunjukkan bahwa ada banyak orang memiliki kepribadian ambivert. Estimasinya, ada lebih dari setengah populasi manusia cenderung ambivert, dibandingkan salah satu dari introversi ataupun ekstraversi.

Walaupun umum, tapi ambivert tergolong agak jarang dibahas, dibandingkan ekstraversi ataupun introversi.

Ini karena kebanyakan orang percaya kalau kepribadian itu biner; kalau bukan introvert ya berarti ekstrovert.

Ini membuat banyak orang berkepribadian ambivert gagal mengenali kepribadian mereka sendiri. Jadinya, mereka menempatkan diri pada salah satu dari introvert ataupun ekstrovert.

 

Apa Bedanya Ambivert dengan Introvert atau Ekstrovert?

Untuk menjelaskan perbedaan ambivert dengan dua kepribadian lain, kita perlu melihat kepribadian sebagai spektrum.

Spektrum introvert-ekstrovert adalah model yang menunjukkan bahwa ada dua sumbu kepribadian; yaitu introvert dan ekstrovert. Nah, ambivert ada di tengah-tengah.

Di salah satu ujung spektrum adalah introvert, yang cenderung pendiam, merenung, dan tertutup.Di sisi lain adalah ekstrovert, yang biasanya lebih terbuka, tegas, dan ramah.

Ambivert ada di tengah kedua spektrum ini.

 

Kenapa seseorang punya kepribadian ambivert?

Ada dugaan bahwa kepribadian ditentukan sama faktor genetik. Ini dibuktikan dengan penelitian kepribadian pada anak kembar. Studi menemukan bahwa kembar identik punya kepribadian yang mirip, jika dibandingkan dengan kembar fraternal.

Penelitian lain menunjukkan bahwa introvert dan ekstrovert punya aktivitas otak yang berbeda. Ada penelitian yang menemukan bahwa aliran darah introvert lebih banyak ke lobus frontal otak mereka, sementara ekstrovert memiliki lebih banyak aliran darah ke daerah belakang.

Artinya, mungkin ada perbedaan neurologis yang mendasari antara kedua kepribadian.

Tapi genetik bukan faktor satu-satunya.

Ada juga bukti yang menunjukkan bahwa introversi dan ekstraversi di dalam diri kita tidak permanen.

Misalnya, dalam satu penelitian berbentuk self-assessment, ternyata kepribadian orang bisa berubah kok (Botwinick, 1984). Maka, orang tidak perlu terkotak-kotak dalam satu kepribadian atau kepribadian lain.

 

Apa Ciri-ciri Kepribadian Ambivert?

Apa saja ya ciri-ciri kepribadian ambivert?

Secara umum, ada beberapa ciri khas kepribadian ambivert:

· Mampu beradaptasi dengan berbagai situasi

· Bisa berkomunikasi sekaligus menjadi pendengar yang baik

· Tetap nyaman dalam situasi ramai ataupun yang intim

· Bisa bekerja sendiri ataupun dengan tim

· Memiliki kesadaran diri yang kuat

· Memberikan keseimbangan dalam situasi sosial

· Mampu mengatur perilaku dan tanggapan

Ambivert dapat menunjukkan sifat introvert dan ekstrovert, yang dapat berubah tergantung pada konteks dan faktor individu.

Misalnya, seorang ambivert mungkin agak banyak bicara, cukup tegas, tetapi tidak terlalu ramah (Petric, 2019).

Campuran kepribadian ini bisa menghalangi proses identifikasi kepribadian ambivert. Karena perilaku mereka bisa bervariasi tergantung situasi.

Ambivert punya ciri khas dari introvert dan ekstrovert. Ini bikin mereka fleksibel dan mudah beradaptasi dalam berbagai situasi.

Ambivert juga bisa berpikir logis dan mengendalikan emosi. Ketika ada masalah, ambivert bisa membicarakannya sama orang lain, ataupun merenunginya sendiri. Ini agak berbeda dari kepribadian introvert ataupun ekstrovert yang biasanya hanya mengandalkan salah satu cara.

 

Apa Saja Kelebihan Ambivert?

Kamu mungkin merasa punya kepribadian ambivert. Kabar baiknya, kepribadian ambivert punya segudang kelebihan yang menjanjikan. Apa saja ya?

Kepribadian ambivert punya skill berjualan yang baik

Adam Grant melakukan survei kepribadian dan catatan penjualan selama tiga bulan pada lebih dari 300 tenaga penjualan dari kedua jenis kelamin.

Nah, orang-orang ambivert cenderung sukses sebagai tenaga penjualan.

Secara keseluruhan, ambivert menghasilkan pendapatan 24% lebih banyak daripada introvert, dan 32% lebih banyak pendapatan daripada ekstrovert.

Grant (2013) percaya bahwa keuntungan ambivert dalam dunia sales ini berasal dari kecenderungan untuk bersikap tegas dan cukup antusias dalam negosiasi. Di saat yang sama, ambivert tetap bisa mendengarkan pelanggan dengan cermat dan tetap bersikap cool.

Kepribadian ambivert bisa menjadi pebisnis yang sukses

Karl Moore (2012) dari McGill University meneliti ciri-ciri kepribadian introvert versus ekstrovert di dunia bisnis.

Dari sudut pandangnya, perpaduan kedua tipe kepribadian itu akan menumbuhkan kesuksesan di dunia kerja.

Dalam salah satu studinya, ia menemukan bahwa orang-orang yang ambivert – membuat keputusan bisnis lebih baik dibanding dua tipe kepribadian lain.

Uniknya, Moore meyakini bahwa ambivert skill; dan ini bisa dipelajari baik sama introvert maupun ekstrovert.

Orang dengan kepribadian ambivert punya prestasi akademik cemerlang

Sebuah studi oleh Tretiak dan Severynovska (2016) menemukan bahwa ambivert lebih baik secara akademis daripada introvert atau ekstrovert.

Para penulis berpendapat bahwa ini mungkin karena mereka dapat memanfaatkan kualitas introvert dan ekstrovert, seperti fokus belajar sambil bergaul dengan teman sekelas.

Studi ini juga menemukan bahwa siswa ambivert berani meminta bantuan, sehingga lebih berani bertanya pada guru.

Ini sejalan dengan gagasan bahwa ambivert lebih fleksibel dan mudah beradaptasi daripada introvert atau ekstrovert.

Apakah ambivert sama dengan kepribadian ganda?

Ambivert tentu berbeda dengan kepribadian ganda. Kepribadian ganda adalah gangguan yang berupa memiliki dua kepribadian atau lebih di dalam satu tubuh. Kalau ambivert, adalah jenis kepribadian yang berada di tengah-tengah introvert dan ekstrovert. Ambivert bukan gangguan, hanya tipe kepribadian saja. Orang ambivert sehat kok.

Ambivert teori siapa?

Ambivert pertama kali dipopulerkan oleh Kimball Young pada 1927.

Profesi apa yang cocok untuk seorang ambivert?

Bisa menjadi tenaga penjualan atau pebisnis. Apapun yang membutuhkan komunikasi, ambivert pasti jago.

Nah! Itu tadi sekilas tentang kepribadian ambivert.

Secara umum, kepribadian ambivert lebih fleksibel, lebih mampu beradaptasi, dan lebih seimbang.

Misalnya, seorang ambivert dapat menyesuaikan diri dalam situasi yang berbeda. Ambivert mampu mendengarkan dalam obrolan empat mata. Tapi bisa mengambil lebih banyak peran kepemimpinan dalam kelompok yang lebih besar.

Hal ini memungkinkan mereka untuk mengendalikan interaksi sosial secara efektif dan membangun hubungan yang kuat dengan orang lain.

Di sisi lain, karena punya kesamaan sifat baik dari introvert dan ekstrovert, ambivert mungkin sulit merangkul kedua sisi dengan mengesampingkan yang lain.

Beberapa orang mungkin menganggap mereka kurang memiliki keyakinan atau semangat tentang sesuatu yang khusus, menurunkan diri mereka ke “penjaga perdamaian” dalam lingkungan sosial dan pekerjaan.

Selain itu, terbelah antara dua ekstrem dapat menyebabkan rasa lelah ketika mencoba mencari keseimbangan.

Terakhir, kepribadian ambivert mungkin mendapat tekanan untuk tetap dengan cara tertentu dalam peristiwa atau pengaturan tertentu, karena orang lain mungkin tidak menyadari sisi alternatif dari kepribadian ambivert (Grant, 2013).

Kesimpulan kepribadian ambivert

· Kepribadian ambivert adalah kualitas memiliki sifat kepribadian introvert dan ekstrovert. Tidak seperti introvert, yang mendapatkan energi dari kesendirian, atau ekstrovert, yang merasa bersemangat dengan bersosialisasi, ambivert ada di tengah.

· Ambivert sering menikmati menghabiskan waktu bersama orang lain, tetapi juga bisa quality time sendiri.

· Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang adalah ambivert.

· Istilah kepribadian ambivert diciptakan pada awal abad ke-20 oleh psikolog Kimball Young. Young percaya bahwa setiap orang memiliki kualitas introvert dan ekstrovert dan bahwa setiap orang berada di suatu tempat dalam spektrum.

· Penelitian menunjukkan bahwa ambivert mungkin menjadi tenaga penjualan yang lebih baik daripada introvert atau ekstrovert karena mereka dapat menyesuaikan pendekatan mereka terhadap pelanggan. Studi lain menunjukkan keunggulan ambivert di bidang akademis.

 

Referensi tentang Ambivert:

Nickerson, C. (2022, June 14). What is an Ambivert? An In-Depth Definition and Guide. Simply Psychology. www.simplypsychology.org/ambivert.html

Botwinick, J. (1984). Personality development: Stability and change. Aging and Behavior, 143-165.

Georgiev, S. Y., Christov, C. V., & Philipova, D. T. (2014). Kepribadian ambiverton as independent personality characteristic. Act. Nerv. Super. Rediviva56(3-4), 65-72.

Grant, A. M. (2013). Rethinking the extraverted sales ideal: The ambivert advantage. Psychological Science, 24(6), 1024-1030.

Jung, C. G. (1921). Psychological types. The collected works of CG Jung, Vol. 6 Bollingen Series XX.

Moore, K. (2012). Introverts no longer the quiet followers of extroverts. Forbes.

Petric, D. (2019). Introvert, Extrovert and Ambivert. The Knot Theory of Mind.

Tretiak, T. O., Severynovska, O. V., & Boyko, M. (2016). Connection of students’ academic performance and cognitive abilities with their psychological characteristics. Regulatory Mechanisms in Biosystems, 1(7), 18-26.

Young, K. (1927). Source book for social psychology.

Leave a Comment