Apa itu Gangguan Stres Akut?

Home // Kepoin Psikologi // Fenomena Psikologi // Fenomena Psikologi Klinis // Gangguan Kejiwaan // Apa itu Gangguan Stres Akut?

Kali ini, kita akan membahas tentang gangguan stres akut. Kita bahas juga gejalanya, definisinya menurut PPDGJ, dan penanganannya

.

Pengertian Gangguan Stres Akut Menurut DSM dan PPDGJ

Dalam PPDGJ, Gangguan Stres Akut ditulis dengan kode F43.0, dengan sebutan Reaksi Stres Akut.

Suatu gangguan disebut sebagai stres akut apabila ia merupakan konsekuensi dari suatu stres berat dan trauma berkelanjutan.

DSM V mendefinisikan gangguan stress akut sebagai gejala fisik yang kompleks sebagai reaksi emosional setelah terpapar suatu penyebab stres. Ini berlangsung setidaknya tiga hari setelah peristiwa traumatis yang berat.

 

Gejala Gangguan Stres Akut

Orang dengan gangguan stress akut mengalami pikiran atau ingatan yang mengganggu tentang peristiwa traumatis. Mimpi buruk tentang trauma dan gangguan tidur juga sering terjadi.

Orang dengan gangguan ini juga mungkin mengalami kilas balik atau kesusahan saat terkena pemicu peristiwa traumatis.

Sebaliknya, Orang dengan gangguan ini mungkin tidak bisa mengingat sebagian atau seluruh peristiwa traumatis yang terjadi. Banyak Orang dengan gangguan ini menghindari pengingat eksternal, seperti tempat atau orang yang terkait dengan peristiwa traumatis.

Selain gejala yang mengganggu ini, orang dengan gangguan stres akut ini mengalami suasana hati yang negatif. Mereka mungkin merasa tertekan, cemas, marah, merasa bersalah, dan tidak dapat merasa bahagia.

Selain itu, individu dengan gangguan ini mungkin memiliki perasaan atau keyakinan yang tidak realistis tentang kejadian tersebut. Misalnya, percaya bahwa kecelakaan pesawat dapat dicegah jika Orang dengan gangguan ini melakukan sesuatu yang berbeda.

Kewaspadaan yang berlebihan, masalah dengan konsentrasi, dan respons kaget yang berlebihan juga sering terjadi. DSM-5 menjelaskan bahwa gejala fisik, seperti sakit kepala, pusing dan kepekaan terhadap cahaya atau suara dapat terjadi, bahkan meskipun tindakan traumatis terjadi tanpa cedera.

 

Acute Stress Syndrome pada Anak

Menurut DSM-5, gejala gangguan stress akut pada anak-anak bisa muncul melalui permainan, di mana tema permainan anak kadang berkaitan dengan trauma yang pernah terjadi.

Selain itu, anak-anak mungkin mengalami mimpi buruk, seringkali tanpa mengingat isinya (American Psychiatric Association, 2013). Anak-anak juga mengalami gejala fisik seperti mual, muntah, sakit kepala dan nyeri.

Gejala emosional lain berupa gugup, takut, melekat pada pengasuh, lekas marah dan suasana hati yang naik turun (Foa, 2009). Anak-anak juga mungkin berperilaku buruk, cengeng atau menuntut perhatian lebih dari biasanya (American Psychiatric Association, 2013).

 

Dampak Sosial Gangguan Stres Akut

Gangguan stres akut mempengaruhi setiap bidang kehidupan Orang dengan gangguan ini. DSM-V menjelaskan bahwa suasana hati depresi yang terkait dengan gangguan stres akut dapat menyebabkan Orang dengan gangguan ini kesulitan merasakan kegembiraan, kepuasan kebahagiaan atau gairah seksual. Hal ini dapat menimbulkan masalah dalam hubungan romantis.

Perilaku menghindar dapat menyebabkan keterlambatan kerja dan janji temu, atau melewatkannya sama sekali. Mimpi buruk dan masalah tidur dapat memperburuk masalah suasana hati dan menyebabkan kurang fokus dan kelelahan yang menjalar. Perilaku impulsif dan sembrono, seperti berjudi, penyalahgunaan zat psikotropika dan mengemudi ugal-ugalan dapat terjadi (American Psychiatric Association, 2013).

Penggunaan zat setelah mengalami trauma tersebar luas. Terkadang, penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan dapat bertahan setelah periode yang ditentukan untuk gangguan stres ini (Stein dan Moriarty, 2013).

 

Prevalensi Gangguan Stress Akut

Prevalensi Acute stress syndrome sulit ditentukan. Ini karena respons terhadap trauma dapat bervariasi tergantung pada sifat kejadiannya.

DSM-5 memperkirakan bahwa prevalensi di antara mereka yang mengalami peristiwa traumatis interpersonal, seperti penjambretan atau penyerangan seksual, mencapai 50%. Mayoritas untuk peristiwa traumatis dan bencana lainnya kurang dari 20% (American Psychiatric Association, 2013)

 

Perbedaan Antara Gangguan Stress Akut dan Sindrom Stres Pasca Trauma

Apa bedanya acute stress disorder dengan PTSD?

Gejala gangguan stress akut sangat mirip dengan gejala gangguan stres pascatrauma (PTSD). Perbedaan diagnostik yang paling penting antara kedua gangguan adalah bahwa gangguan stres akut bertahan selama satu bulan atau kurang setelah peristiwa traumatis.

Gejala PTSD dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun (Foa, 2009). DSM-5 memperkirakan bahwa setengah dari Orang dengan gangguan ini yang mengalami PTSD awalnya mengalami gangguan stress akut (American Psychiatric Association, 2013).

Perbedaan penting lainnya antara gangguan stres akut dan PTSD adalah penekanan diagnostik pada gejala disosiatif yang ada pada gangguan stres akut. Gejala disosiatif, seperti perasaan terlepas dari pengalaman, mati rasa, atau ketidakmampuan untuk mengingat peristiwa traumatis, menghambat kemampuan korban untuk mengatasi masalah, bahkan ketika dirawat segera setelah trauma.

Gejala-gejala ini bisa juga memprediksi PTSD karena gejala PTSD biasanya akan muncul lama setelah gejala disosiatif berhenti (Bryant et al., 2011).

 

Penanganan Gangguan Stress Akut

Seperti apa cara mengobati acute stress disorder?

Tujuan pengobatan utama gangguan stress akut adalah untuk mencegah kondisi berkembang menjadi PSTD, yang kronis dan melibatkan gangguan sosial dan pekerjaan jangka panjang.

Debriefing atau terapi krisis merupakan salah satu metode penanganan gangguan stres dengan cepat. Tujuan dari terapi krisis adalah untuk meningkatkan rasa aman setelah trauma, menenangkan korban, meningkatkan rasa percaya diri, mendorong keterhubungan masyarakat atau korban, dan menanamkan rasa harapan.

Debriefing dapat dilakukan dengan berbagai cara. Terapi kelompok sangat membantu ketika seluruh komunitas dipengaruhi oleh bencana alam, seperti penembakan di sekolah atau bencana alam. Selama terapi individu, korban trauma dapat berbagi narasi pribadi mereka terkait dengan peristiwa traumatis dan dengan cepat mengembangkan keterampilan koping (Foa, 2009).

Ketika terapi krisis nggak tersedia atau nggak secara efektif menghilangkan gangguan stres akut, terapi penerimaan dan komitmen adalah metode psikoterapi yang mempromosikan penggunaan kesadaran untuk menerima peristiwa traumatis.

Mindfulness menggambarkan tindakan hidup di saat ini. Kebanyakan gejala gangguan stres akut membuat korban terus memikirkan dan merasakan trauma, alih-alih fokus pada keadaan saat ini atau kemungkinan masa depan. Makanya, terapi mindfulness juga meningkatkan rasa penerimaan. Orang dengan gangguan ini dilatih untuk mengenali dan menerima rasa sakit yang terkait dengan pengalaman traumatis mereka (Walser dan Westrup, 2007).

Setelah gejala gangguan stress akut dikelola, Orang dengan gangguan ini harus belajar menggunakan manajemen stres dan teknik pengurangan untuk mencegah PTSD berkembang di kemudian hari.

Manajemen stres standar dan komponen pengurangan termasuk penghentian pikiran, bernafas rileks, pelatihan ketegasan, latihan perilaku dan psikoedukasi (Simpson dan Moriarty, 2013).

 

Beberapa jurnal terkait gangguan stress akut:

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). Arlington, VA: American Psychiatric Publishing.

Bryant, R.A., Friedman, M.J., Spiegal, D., Ursano, R. & Strain, J. (2011) A review of acute stress disorder in DSM-5 Depression and Anxiety. 28 (9): 802-817

Foa, E.B. (2009) Effective treatments for PTSD : practice guidelines from the International Society for Traumatic Stress Studies. New York : Guilford Press.

Simpson, J. & Moriarty, G.L. (2013).Multimodal Treatment of Acute Psychiatric Illness : A Guide for Hospital Diversion. New York : Columbia University Press.

Walser, R.D. & Westrup, D. (2007). Acceptance & commitment therapy for the treatment of post-traumatic stress disorder & trauma-related problems : a practitioner’s guide to using mindfulness & acceptance strategies. Oakland, Calif. : New Harbinger Publications.

https://www.theravive.com/therapedia/acute-stress-disorder-dsm–5-308.3-(f43.0)

Leave a Comment