Agoraphobia Itu Apa? Definisi, Ciri-ciri, dan Cara Mengatasinya

Home // Kepoin Psikologi // Fenomena Psikologi // Fenomena Psikologi Klinis // Agoraphobia Itu Apa? Definisi, Ciri-ciri, dan Cara Mengatasinya

Kali ini kita akan membahas tentang agoraphobia itu apa, gejalanya, serta cara mengatasinya.

1. Agoraphobia itu apa?

Jadi sebenernya agoraphobia itu apa sih?

Agoraphobia sendiri adalah salah satu fobia, yaitu fobia sosial.

Agoraphobia adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan takut berada di tempat umum. Agoraphobia dapat terjadi di situasi di mana bersembunyi mungkin sulit atau memalukan.

Orang dengan merasakan ketakutan dan kekhawatiran yang nggak masuk akal. Biasanya, saat berada di tempat umum, penderita agorafobia biasanya takut mengalami gejala seperti pusing, diare, pingsan, atau menjadi gila. Meskipun secara normal hal itu jarang terjadi, namun bagi penderita agoraphobia, hal itu sangat menghantui pikiran.

Istilah “agorafobia” berasal dari dua kata Yunani yang menunjukkan “ketakutan” (Phobos) dan “pasar” (agora).

Agorafobia membuat orang menghindari keadaan yang mengharuskan mereka sendirian di luar rumah. Misalnya di keramaian, di pasar, atau bepergian dengan mobil atau transportasi umum.

Agorafobia yang nggak ditangani bisa mengganggu seseorang bekerja di luar rumah atau melakukan aktivitas sederhana. Misalnya, berbelanja atau menonton film di bioskop.

Agorafobia sendiri bisa terbagi jadi dua: Agoraphobia dengan gangguan panik dan tanpa gangguan panik.

Orang agoraphobia dengan gangguan panik biasanya mengalami kesulitan bernafas, tidak bisa berdiri, berkeringat dingin, gemetaran, dan lemas. Sementara agoraphobia tanpa gangguan panik hanya merasakan ketakutan tanpa alasan dan nafas terengah-engah saja.

 

2. Penyebab dan Ciri-ciri Agoraphobia Itu Apa?

2.1. Penyebab Agoraphobia

Penyebab agorafobia belum bisa dipastikan. Tapi menurut penelitian, ada berbagai penyebab yang diperkirakan menjadi penyebab gangguan ini.

 

2.1.1 Penyebab pertama adalah genetik.

Penelitian terbaru terkait agorafobia telah meneliti bahwa agorafobia bisa disebabkan faktor genetik dan dapat menjadi penyebab munculnya kerentanan gangguan panik. Artinya, apabila keluarga kamu ada yang memiliki agorafobia, ada kemungkinan kamu juga punya potensi mengalami fobia ini.

 

2.1.2 Penyebab agoraphobia yang kedua adalah kepribadian.

Beberapa penelitian telah menunjukkan kepribadian sebagai faktor munculnya kecemasan dan gangguan mood. Dengan kata lain, tingkat kerentanan emosi seseorang mungkin memiliki peran dalam menciptakan berbagai gangguan mood atau kecemasan.

Beberapa orang tampak lebih sensitif terhadap peristiwa masa lalu mereka. Namun, orang dengan pemahaman dan pengalaman hidup dapat menjadi penentu apakah orang tersebut dapat mengalami agorafobia atau tidak

Sebagai contoh, anak-anak yang menunjukkan “penghambatan perilaku” pada masa kanak-kanak awal lebih mungkin menciptakan lebih dari satu gangguan kecemasan saat dewasa, terutama jika penghambatan berlangsung dari waktu ke waktu.

 

2.1.3 Penyebab ketiga adalah separation anxiety di masa kecil.

Sekitar 42% orang dengan agorafobia melaporkan bahwa di masa kecil pernah mengalami atau pernah takut berpisah dari orang tua atau pengasuhnya.

Statistik ini menyiratkan bahwa agorafobia dewasa dihasilkan dari separation anxiety di masa kecil yang belum terselesaikan.

Banyak klien dengan agorafobia melaporkan bahwa episode pertama agorafobia mereka terjadi setelah kematian orang yang dicintai. Orang-orang dengan agorafobia ada yang baru bisa merasa aman pergi keluar apabila seseorang menemani mereka. Ini dianggap bukti pendukung dugaan bahwa agorafobia dapat terjadi karena kecemasan berpisah.

 

2.1.4 Penyebab keempat agorafobia adalah akibat dari perilaku yang dibiasakan.

Berbagai teori belajar juga dapat menjelaskan agorafobia.

Sebagian teori belajar menduga: apabila seseorang mengalami gejala panik pada suatu kejadian, orang itu bisa berpikir bahwa gejala yang sama akan terjadi lagi pada situasi yang serupa.

Misalnya seseorang mengalami gejala panik di mall. Karena berpikir bahwa kepanikan ini terjadi karena berada di mall, orang ini secara aktif menghindar apabila harus masuk mall.

Sayangnya, menghindari situasi yang serupa akan memperburuk fobia. Ini karena orang itu jadi nggak pernah memastikan apa benar berada di mall benar-benar menimbulkan sensasi fisik yang tidak menyenangkan.

 

2.1.5 Penyebab Kelima adalah faktor gender

Peran gender diduga menjadi sebab kenapa banyak orang agorafobia adalah wanita.

Menurut salah satu versi teori ini, beberapa keluarga masih mendidik anak perempuan mereka untuk takut dan malu keluar di depan umum.

Akibatnya, wanita mengembangkan sense of self yang rapuh. Mereka membatasi diri di dalam rumah karena kurangnya pemahaman tentang kebebasan psikologis.

 

2.2 Seperti apa Ciri-ciri Agoraphobia?

Episode agorafobia dapat menyebabkan salah satu atau semua gejala berikut:

  • gemetaran
  • berkeringat banyak
  • jantung berdebar-debar
  • sensasi “kesemutan” di tangan atau kaki.
  • mual
  • kelelahan
  • bernafas terengah-engah
  • merasa bahwa ada bencana akan datang

3. Agoraphobia apa bisa disembuhkan?

Biasanya gejala agorafobia yang dirasakan akan langsung berkurang saat orang tersebut meninggalkan situasi pemicu agorafobia, atau pulang ke rumah. Tapi terus menerus melindungi diri seperti ini bukan solusi tepat dalam mengatasi agorafobia.

Lalu, apakah agoraphobia bisa disembuhkan? Seperti apa cara mengatasi agoraphobia?

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi agoraphobia adalah dengan terapi CBT.

 

Cognitive Behavioral Therapy

CBT dianggap sebagai pengobatan psikoterapi paling efektif untuk agorafobia.

Terapi pemaparan (flooding) tampaknya menjadi strategi CBT yang paling efektif untuk agorafobia. Terapi paparan difokuskan untuk meringankan hubungan awal klien antara gejala panik dan situasi yang ditakuti.

Klien secara bertahap belajar bahwa mereka tidak dalam bahaya dengan berulang kali terpapar pada area atau situasi yang ditakuti. Ini terus dilakukan sampai gejala kecemasan hilang.

Terapis biasanya menjelaskan teknik perawatan paparan kepada klien dan meyakinkan mereka bahwa paparan dapat dihentikan kapan saja jika batas toleransi mereka tercapai.

Klien kemudian dengan sengaja dihadapkan dengan peristiwa yang ditakuti selama beberapa sesi pengobatan. Biasanya semakin lama jangka waktunya makin panjang.

Agorafobia biasanya akan ditangani selama sekitar 12 minggu.

 

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/agoraphobia/symptoms-causes/syc-20355987

https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/agoraphobia/overview/

Leave a Comment