8 trik pengembangan kemampuan ini bisa kamu latih untuk skill apapun.

Siapapun pasti ingin punya keahlian.
Barangkali kamu mau jago main gitar. Atau mau jago main bola.
Atau mau jago public speaking.

Kalau mau mahir, pasti perlu latihan dong.
Tapi gimana sih cara melatih skill yang bener, jadinya waktu kita nggak terbuang tanpa hasil?

Dari buku A Little Book of Talent, kami mengumpulkan 8 trik yang manjur untuk mengembangkan bakat.

1. Keterampilan Keras Atau Lunak?

Sebelum mulai, kita harus ngerti dulu: keterampilan yang mau dilatih ini termasuk yang keras apa yang lunak?

Emang bedanya apa dah mz~?

Keterampilan keras adalah jenis keterampilan yang butuh ketepatan tinggi. Keterampilan ini bisa diulangi berkali-kali, yang bersifat fisik atau gerakan. Contohnya: ayunan tangan seorang perenang, gerakan kaki dalam memberikan umpan lambung akurat, atau gerakan jari pada sebuah kunci gitar.

Kalau kamu mau melatih skill seperti ini, kuncinya adalah: bekerja dengan ketepatan tinggi, gerakan yang sama persis berulang-ulang, konsisten, dan bisa otomatis nggak pake mikir.

Kalau keterampilan lunak, dia skill yang sifatnya pake mikir. Dalam kemahiran ini yang dikejar bukan ketepatan atau kesempurnaan, tapi kecepatan mengenali pola dan merespon secepat kilat. Contoh: pembalap yang mengenali tanda-tanda saingannya mau jatoh, pemain bola yang mengenali bahaya serangan dan langsung mengcover, penyanyi yang memahami lirik dengan dalam dan menyalurkan emosi, atau motivasi yang pintar membakar semangat peserta.

Image result for henrikh mkhitaryan

Skill ini nggak bisa diulang-ulang, karena tiap kasus yang dihadapi pasti beda dong.
Kunci kemahiran lunak adalah membaca, mengenali, dan bereaksi. Baca kejadian dengan cermat, kenali pola yang muncul, dan bereaksi secara cepat dan akurat.

Sekarang, skill yang mau kamu latih termasuk yang mana?

 2. Untuk Skill Keras: Pecahlah Gerakan Menjadi Potongan

Anggaplah kamu mau melatih skill tendangan bebas.
Yang perlu kamu lakukan adalah pikirkan: gerakan tendangan itu terdiri atas apa aja sih?

Bagaimana memulainya?
Saat proses mengayun, yang benar kaki sampai seberapa jauh?
Lari menuju bolanya seberapa cepat?
Bagian kaki yang mana yang harus kena bola?

Kalau sudah, sekarang bagian mana yang paling mudah kamu latih?
Bagian yang paling mudah itu, nanti dihubungkan dengan bagian yang mana lagi?

Misalnya kamu paham seberapa cepat lari menuju bola yang benar. Kamu bisa latih itu, sampai kamu bisa melakukan tanpa pake mikir.
Kalau sudah, lalu lakukan bagian berikutnya, misalnya posisi tubuh saat mau menendang bola.

Hubungkan bagian per bagian sampai jadi sebuah gerakan utuh.
Dengan membangun sedikit demi sedikit, tubuh kamu bisa melakukannya secara otomatis.

3. Untuk Skill Keras: Berusahalah Membentuk Satu Potongan Sempurna

Untuk melatih sebuah gerakan dengan cermat, yang perlu kamu lakukan adalah latihan berulang.
Kamu perlu hati-hati, tenang, serta membiasakan diri dengan kesalahan.

Contohnya adalah pelatihan musik ala Suzuki (Suzuki Method).
Dalam pertemuan, murid-murid Suzuki menggunakan beberapa jam hanya untuk belajar memegang penggesek dan biola dengan lekukan jari serta tekanan yang tepat, cara berdiri yang benar, dan sikap tubuh yang benar.

4. Jangan Terikat Waktu

 

cara meningkatkan skill
yang penting bukan berapa lama, tapi berapa banyak

 

Kadang kalau mau latihan, kita sering berpikir,”mau latihan satu jam ah”.
Ini pemikiran yang keliru.

Latihan yang baik tidak ditentukan dari berapa lama waktu yang dihabiskan, tapi seberapa banyak pengulangan sempurna yang bisa kamu lakukan.

Sebaiknya, kalau mau latihan skill keras, pikirkan berapa banyak pengulangan gerakan yang kamu lakukan.
Bisa sepuluh gerakan, duapuluh gerakan. Yang penting adalah seberapa banyak gerakan yang bisa dilakukan, dan seberapa baik kualitas gerakan tersebut.

Terus juga, berusahalah melatih potongan tersebut secara sempurna.
Setiap hari, sedikit demi sedikit, kejar potongan gerakan yang sempurna.

Kita sering menganggap latihan sebagai tujuan, padahal nggak.
Latihan sendiri adalah proses, tujuannya adalah kesempurnaan gerakan.

Ketika kita menganggap latihan sebagai proses, maka sekadar latihan nggak akan memuaskan kita.
Ketika kita berhasil maju, baru kita bisa puas.

Iklan!

 

5. Untuk Kemahiran Lunak: Hadapi Gempuran

Bayangkan gerakan Lionel Messi melewati lima pemain lawan lalu mencetak gol.
Atau standup comedian yang bisa improvisasi untuk memancing penonton ketawa.
Atau Mario Teguh yang bisa bikin penonton terbakar dan standing ovation, setelah beliau bilang: “itu”.

Semua itu hasil kecepatan otak mereka dalam mengenali pola dan meresponnya.
Kemahiran lunak tingkat dewa.

Berbeda dengan kemahiran keras yang butuh latihan sama berkali-kali, kemahiran lunak sifatnya otak.
Dalam kemahiran lunak, yang terpenting adalah kepekaan dalam membaca, mengenali, dan merespon.

Cara melatih kepekaan adalah dengan menghadapi gempuran situasi yang selalu berubah-ubah, dan berusaha menyelesaikannya.
Dengan seringnya menghadapi situasi, dan selalu berbeda, otak jadi semakin peka dalam membaca situasi, mengenali, dan merespon.

Salah satu contoh adalah permainan sepak bola mini bernama El Rondo (kucing-kucingan). Permainan ini wajib dimainkan di Barcelona dari level akademi hingga tim senior. Dengan memaksa otak berada dalam situasi yang dinamis dan berubah, ia akan terlatih untuk lebih tajam dalam membaca situasi.

Selain itu, dia jadi lebih cepat merespon.

6. Imajinasi

Kamu pasti punya deh temen yang berprofesi atau bermain sebagai drummer. Ketika mendengarkan lagu, biasanya drummer menggerak-gerakkan paha dan mengetuk-ngetuk jari di meja, seolah kayak lagi main drum.

Atau penari yang tanpa sadar menggerakkan tubuh dan tangan, mengikuti irama lagu.

Kamu juga bisa melakukan itu. Lakukan saja gerakan yang diperlukan walaupun kamu lagi nggak megang alatnya. Dengan mengabaikan semua dan fokus hanya pada gerakan, kamu bisa lebih fokus pada gerakan yang benar.

 

7. Amati Orang yang Mau Anda Tiru

Cara meningkatkan keahlian, tentu saja, adalah memperhatikan yang sudah ahli.
Dalam hal ini, nggak cuma sekadar melihat atau menonton saja.

Tapi memperhatikan secara seksama setiap detil gerakan, setiap potongan gerakan.

Selain membantu kita dalam melihat contoh gerakan dan cara merespon, memperhatikan yang sudah ahli bisa ngasih kita motivasi. Kita jadi gatel buat menirukan cara si ahli. Manfaatkan motivasi itu untuk berlatih!

 

8. Bobok Siang

Whaaaaat.

Yes, tidur siang tidak hanya nikmat, tapi juga penuh manfaat.
Tidur siang bagus untuk otak yang lagi belajar, karena membantu memperkuat koneksi yang terbentuk pada saat melakukan latihan serta mempersiapkan otak untuk latihan berikutnya.

Tidur siang selama satu setengah jam meningkatkan nilai memori hingga 10 persen, sedangkan nggak tidur siang menurunkan nilai tersebut sampai 10 persen.

NAH!

Itu tadi 8 cara yang bisa kamu lakukan untuk mengembangkan skill.
Tapi tentu saja, cara-cara ini butuh ketekunan.
Nggak gampang memang menjadi tekun, apalagi kalau kita buka yuchub dan instagram. Isinya sekarang orang-orang jago dan penuh bakat, jadi rasanya kita pengen mencari jalan pintas.

Tapi sayang sekali, nggak ada jalan pintas menuju suatu keahlian. Yang terbaik adalah melatih tiap detail secara sempurna, menggapainya sedikit demi sedikit.

Kalau kita melakukannya dengan hati yang senang riang gembira, rasanya lelah nggak akan terasa kok.
Kamu kapan mau latihan?

Ada komentar? Mau nanya? Mau curhat? Silakan tulis di sini :)