5 Ciri Orang Cerdas Menurut Psikologi, Kamu Punya Nggak?

Home // Kepoin Psikologi // Fenomena Psikologi // 5 Ciri Orang Cerdas Menurut Psikologi, Kamu Punya Nggak?

Seperti apa ciri orang cerdas menurut psikologi? Bisakah saya menjadi cerdas?

Memiliki kecerdasan adalah keharusan.

Walaupun nilai di sekolah pas-pasan, bukan berarti kamu nggak bisa jadi cerdas. Melihat kecerdasan tidak selalu dari nilai di sekolahnya. Ada juga orang yang nilai di sekolahnya biasa aja, tapi sebenarnya memiliki kecerdasan yang tinggi. Orang yang seperti ini akan bisa sukses saat kerja nantinya.

Kali ini kita akan bahas empat ciri orang cerdas menurut psikologi. Kalau kamu punya lima tanda ini, bagus. Kalau tidak, cobalah kembangkan ciri-ciri ini dan jalani kehidupan yang lebih cerdas.

Kuylah!

 

1. Orang yang cerdas selalu bisa mencari cara mendapatkan yang dia inginkan.

 

Kebanyakan orang tidak berusaha mencapai cita-cita setinggi langit. Yang orang tau, kejar saja yang mudah dicapai.

Tapi bagi orang cerdas, mereka menentukan dulu apa yang mereka mau, lalu pelan-pelan mencari cara mendapatkannya.

Kalau kamu nggak berani bermimpi, kamu sebenernya udah membatasi pertumbuhanmu sendiri.

Sebaliknya, orang yang membidik di luar kompetensinya membangkitkan rasa ingin tahu untuk belajar dan mengembangkan kompetensinya.

Makanya, tentukan dulu saja apa yang kamu mau. Baru coba cari gimana caranya. Itu baru ciri orang cerdas!

 

2. Saat menemukan masalah, kamu punya banyak solusi.

Ada dua jenis orang di tempat kerja:

Seseorang yang mendekati bosnya, menjelaskan masalah, terus menunggu bosnya memberikan solusi.

Ada juga orang yang ketika dihadapkan dengan masalah, tidak hanya memberi jawaban tetapi juga mendatangi bos dan menceritakan idenya.

Tentu saja, ketika kamu pertama kali memulai di bidang apa pun, kamu akan menjadi tipe orang pertama. Itu karena kamu masih harus banyak belajar.

Namun, saya yakin kok kalau semua orang bisa berevolusi jadi orang yang kedua. kebanyakan orang tinggal di sana tanpa batas waktu.

Untuk jadi orang cerdas, berubahlah jadi tipe yang kedua. Ketika masalah muncul, cobalah untuk mencari tahu apa itu. Tapi jangan berpuas diri dalam menemukan satu solusi, cobalah beberapa solusi lain. Pergi ke guru atau bos kamu dan tunjukkan solusi yang kamu punya. Ambil saran dan nasihat dari mereka, dan coba pahami kenapa solusi mereka memilih salah satu atau menolak semuanya. Ini akan membantu pembelajaran kamu menjadi orang cerdas.

 

3. Kamu tidak mudah terbawa perasaan.

Orang yang cerdas sangat mengandalkan pikirannya. Kalau kamu orang cerdas, kamu berpikir dengan tenang dalam berbagai situasi, tanpa merasa emosional. Kamu juga nggak mudah dihasut orang, serta nggak bertindak terburu-buru.

Daniel Kahneman membahas dua jenis pemikiran dalam bukunya ‘Thinking Fast and Slow.’

Di buku itu, disebut bahwa otak kita sebenernya punya sebuah sistem untuk membantu kita berpikir.

Sistem unik ini membuat kita nggak perlu berkonsentrasi saat menggosok gigi atau menyapu rumah. Kamu bisa mengerjakan sesuatu sambil mikirin yang lain. Sistem heuristik ini adalah cara otak dalam berpikir cepat.

resolusi tahun baru, ciri orang cerdas

Dalam kegiatan sehari-hari, sistem heuristik ini bermanfaat untuk kita. Kita jadi bisa bertindak tanpa banyak berpikir. Tapi pada saat yang sama, sistem ini membuat kita rentan terhadap sesuatu yang disebut bias kognitif.

Misalnya, bias konfirmasi membuat kamu buta terhadap bukti yang bertentangan dengan keyakinan kamu yang ada dan hanya menerima bukti yang mengonfirmasinya. Ketika kamu rentan terhadap bias seperti itu, kamu jadi nggak bisa menerima kebenaran.

Menyadari bias seperti itu adalah tanda kecerdasan yang lebih tinggi. Dan kamu mengambil tindakan pencegahan ekstra ketika taruhannya tinggi.

Saya sangat merekomendasikan dua metode berikut untuk mengembangkan sifat ini:

Baca ‘Thinking Fast and Slow’ karya Daniel Kahneman.

Baca tentang bias kognitif dari berbagai artikel yang ada di PsikologiHore dan pahami lebih dalam.

 

4. Kamu mudah diberi nasihat dan masukan.

Sangat mudah untuk belajar ketika kita nggak tahu. Dan kita sadar bahwa kita nggak tahu apa-apa. Namun, ketika kita mempelajari sesuatu, kita mulai merasa seolah-olah kita sudah belajar banyak. Hal ini membuat kita enggan untuk belajar lebih banyak.

Makanya kadang guru nggak terima kalau siswanya menegur dan memperbaiki kesalahan. Soalnya guru merasa lebih pintar daripada murid, jadi murid pasti lebih salah! Padahal kan gak selalu begitu.

Orang cerdas paham bahwa kecerdasan mereka bisa menghalangi masuknya ilmu baru. Makanya, mereka melatih diri untuk merendah hati dan membuka telinga saat belajar.

Ada kisah menarik yang bisa kamu renungkan.

Jadi saat era Meiji, ada seorang master Zen di Jepang bernama Nan-in. Selama menjadi guru, ia dikunjungi oleh seorang profesor universitas terpelajar yang tertarik pada ilmu Zen.

Nan-in menawari profesor secangkir teh sebagai rasa hormat.

Saat profesor menuangkan, cangkirnya menjadi penuh, tetapi Nan-in terus mengalir. Saat profesor menyaksikan cangkir itu meluap, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak berseru, “Sudah penuh.” Tidak ada lagi yang akan diterima!”

“Seperti cangkir, kamu terlalu penuh dengan pendapat dan spekulasi kamu,” kata Nan-in kepada profesor. “Bagaimana saya bisa menunjukkan Zen kecuali kamu mengosongkan cangkir kamu terlebih dahulu?”

 

5. Ciri orang cerdas lainnya adalah punya rasa ingin tahu yang besar.

Ciri orang cerdas yang lain adalah rasa ingin tahu terhadap banyak hal. Dia suka bertanya, suka mencari tahu, dan mudah penasaran sama sesuatu.

Ketika tidak tahu suatu hal, orang cerdas akan mulai buka hape dan cari cari di Google. Dia akan baca sampai rasa ingin tahunya terpuaskan. Kalau belum puas, dia akan penasaran dan mencari tahu sampai ketemu.

Makanya, orang cerdas tahu banyak hal; karena dia suka bertanya dan mencari tahu.

Nah, itu tadi yes bagaimana ciri orang cerdas dan pintar. Kamu bisa mulai meniru lima ciri ini supaya jadi lebih pintar.

Selamat mencerdaskan diri!

 

Dilansir dan ditambahkan dari: MindCafe

 

Leave a Comment